Hingga Kloter 16, Sudah Tiga Jemaah Haji asal Sumut Wafat

oleh -408 views

garudaonline – Medan | Hingga pemberangkatan Kloter 16 Embarkasi Medan, sebanyak tiga jemaah haji asal Sumatera Utara (Sumut) meninggal di Tanah Suci.

Ketiga jemaah tersebut yakni Bainah Banua Siregar binti Banua Siregar (72) asal Kota Tebing Tinggi yang tergabung dalam Kloter 08/MES, wafat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah disebabkan respiratory diseases.

Bainah Banua Siregar dengan nomor manifes 033, beralamat di Jalan Bukit Suling Lingkungan IV, Rantau Laban, Rambutan, Kota Tebing Tinggi, wafat 5 Agustus 2018 pukul 10.20 WAS dan dimakamkan di Syar’i.

Lalu, Katio Abdul Majid Simanjuntak bin Abdul Majid Simanjuntak,  jemaah haji Kloter 02/MES asal Kabupaten Asahan usia 59 tahun manifes 234, wafat pada tanggal 25 Juli 2018 di KKHI Madinah.

Terakhir, jemaah atas nama Paisah Junaiddin Rangkuti binti Junaiddin, wafat pada tanggal 6 Agustus 2018 pukul 14.03 WAS di KKHI Mekkah.

“Almarhumah tergabung dalam Kloter 03/MES, beralamat di Panyabungan Jae, Kabupaten Mandailing Natal, usia 60 tahun, nomor manifes 042. Wafat disebabkan respiratory diseases dan dimakamkan di Syar’i,” jelas Kabid Dokumen Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan Eri Nofa kepada wartawan, Selasa (7/8/2018) di Asrama Haji Medan.

Sebelumnya, Ketua PPIH Embarkasi Medan Darmansah menjelaskan, ahli waris jemaah haji yang wafat akan mendapatkan santunan dari PT Asuransi Takaful Keluarga.

Perusahaan asuransi tersebut  menjadi penyelenggara asuransi haji pada musim haji 2018 setelah menjadi pemenang dalam lelang pengadaan jasa asuransi jiwa dan kecelakaan jemaah haji tahun 1439 H/tahun anggaran 2018.

Dengan kontribusi (premi) sebesar Rp49.000 setiap jemaah haji, maka manfaat yang diperoleh yakni santunan sebesar Rp18,5 juta bila jemaah haji meninggal karena sakit dan Rp37 juta bila jemaah haji meninggal karena kecelakaan.

“Adapun risiko cacat tetap karena kecelakaan mendapatkan santunan sebesar persentase tertentu sesuai dengan kriteria cacatnya,” terang Darmansah yang juga Plt Kakanwil Kemenag Sumut.

Ahli waris jemaah haji yang wafat dapat mengajukan klaim asuransi setelah proses pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji berakhir.

(GT)

Berikan Komentar