10 Kg Sabu yang Diungkap BNN Berasal dari Aceh

oleh -145 views

garudaonline, Medan | Narkotika jenis sabu seberat 10 kg dan pil ekstasi sebanyak 4000 butir yang menjerat lima terdakwa berasal dari Aceh. Hal itu terungkap dalam sidang di Ruang Cakra VI Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (23/11/2016). Kelima terdakwa itu yakni Saiful Hadi, Muktar Rudin, Fahrurozi, Irwansyah dan Ikmin.

Dalam sidang itu, terdakwa Saiful Hadi mengatakan bahwa dirinya diperintahkan oleh Fahrurozi untuk menemui Irwansyah di Indo Grosir, Jalan SM Raja, Kecamatan Medan Amplals.

“Saya disuruh Fahrurozi untuk mengambil sabu sebanyak 10 bungkus dari Irwansyah,” kata Saiful dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Djaniko Girsang tersebut.

Sebelum bertemu Saiful, Irwansyah mengaku diperintahkan oleh Muktar Rudin untuk mengambil sabu seberat 10 kg dan ekstasi sebanyak 3 fiber berisi 4000 butir ke Aceh.

“Setelah sampai ke Medan, saya pergi menemui Saiful untuk menyerahkan sabu 10 kg atas perintah Muktar Rudin,” sambung terdakwa Irwansyah.

Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat yang mencium adanya transaksi narkotika menangkap Saiful dan Irwansyah di lokasi. Kepada petugas, Irwansyah mengaku kalau pil ekstasi 4000 butir itu hendak diserahkan ke Ikmin. Atas perintah polisi, Irwansyah menghubungi Ikman dan sepakat akan bertemu di Carefour, Jalan Gatot Subroto, Medan.

Saat Irwansyah mengantarkan pil ekstasi sebanyak 4000 butir ke Ikmin, petugas langsung menciduk Ikmin. Dari pengembangan itu, polisi kembali berhasil menangkap Fahrurozi dan Muktar Rudin di kawasan Aceh.

Dalam persidangan, Fahrurozi menjanjikan upah kepada Saiful Hadi sebesar Rp 100 juta untuk mengantar sabu tersebut. Sementara Muktar Rudin menjanjikan Rp 50 juta kepada Irwansyah. (Endang)

Berikan Komentar