3 Tersangka OTT Belawan Diterbangkan ke Mabes

oleh -214 views
Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel didampingi Dirreskrimum dan Dirreskrimsus serta Kabid Humas Kombes Pol Rina Sari Ginting memberikan keterangan pers terkait perkembangan kasus pemerasan, penipuan, tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Kantor Primkop TKBM Belawan

garudaonline – Medan | Tiga tersangka hasil pengembangan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Upaya Karya Pelabuhan Belawan diboyong oleh tim Mabes Polri di bawah pimpinan Brigjen Herry Nahak ke Jakarta. Itu dilakukan untuk proses penyidikan yang dilakukan tim Mabes Polri.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting membenarkan hal tersebut. Ketiga tersangka dimaksud adalah, Amsar Sabiran (51) mantan pegawai Otoritas Pelabuhan (OP) Belawan, Sabam Parulian Manalu selaku Sekretaris Primkop TKBM Upaya Karya dan Frans Sitanggang selaku Bendahara Primkop TKBM Upaya Karya Pelabuhan Belawan.

“Mereka dibawa ke Mabes Polri untuk proses penyidikan lebih lanjut,” kata Rina di Mapolda Sumut, Jum’at (4/11) siang.

Ditanya temuan baru berupa 12 orang diamankan ke Polda Sumut dari beberapa titik di Belawan untuk dimintai keterangan kemarin (3/11) malam, 7 diantaranya merupakan pegawai OP Belawan dan sisanya dari Koperasi TKBM Upaya Karya, Rina mengaku, akan melakukan pengecekan. Tampak, Rina menghubungi tim dari Mabes Polri saat ditanya soal 12 orang yang diamankan untuk dimintai keterangan itu.

Sayangnya, sambungan telepon selular yang dilakukan oleh Rina belum dijawab. “Sampai saat ini, Koperasi TKBM Upaya Karya masih dijaga oleh personel Polres Pelabuhan Belawan dengan dilengkapi senjata laras panjang. Sebab, sampai saat ini, tim masih membutuhkan beberapa dokumen dari Koperasi TKBM Upaya Karya,” ujar mantan Kapolres Binjai ini.
“Belum ada. Yang ada 7 orang petugas OP Belawan yang kemarin diamankan saja, itupun dipulangkan,” timpal Rina.

Rina menambahkan, sejauh ini Koperasi TKBM Upaya Karya Pelabuhan Belawan di Jalan Minyak No 1, Belawan, masih dipasang garis police (police line). Pasalnya, sambung Rina, tim dari Satgassus Merah Putih Saber Pungli Mabes Polri masih membutuhkan sejumlah dokumen dari Primkop TKBM Upaya Karya Belawan.

Atas hal itu, Rina memastikan kegiatan bongkar muat tidak terganggu. “Tidak terganggu kegiatan bongkar muat dan dijamin oleh Otoritas Pelabuhan (OP) Belawan. Sebab, OP Belawan mengambil alih sementara Koperasi TKBM dalam hal bongkar muat,” ujar perwira menengah dengan pangkat tiga bunga melati emas di pundaknya ini.

Pascadiamankan pengurus inti Koperasi TKBM Upaya Karya, bilang Rina, kalau koperesi yang menaungi buruh untuk aktifitas bongkar muat, akan membentuk kepengurusan ulang. “Temuannya saat ini, ada 4 perusahaan dari Asosiasi Pengusaha Bongkar Muat Indonesia (APBMI) yang terdata mengalami kerugian Rp61 miliar. Itu masih 4 perusahaan. Nanti rencananya akan diambil juga keterangan pengusaha lainnya,” tambah Rina.

Berdasarkan akte, Koperasi TKBM Upaya Karya Belawan berdiri pada tahun 2008. Soal dugaan korupsi pembangunan rusunawa untuk buruh TKBM yang laporannya mendarat ke Dit Reskrimsus Polda Sumut pada tahun lalu, sedang dalam penyelidikan.

“Ya memang ada. Saat ini tengah dalam penyelidikan,” tandas Rina. (Hll).

Berikan Komentar