320 Gram Sabu Disimpan di Celana Dalam

oleh -180 views

garudaonline, Langkat | Polres Langkat menggagalkan peredaran sabu seberat 320 gram dari dua orang penumpang bus Sanura BL-7308 AA dan bus Pusaka BL-7715 PB, Kamis (10/11/2016). Tersangka menyimpan barang haram itu di celana dalamnya dan akan dijual ke Medan.

Informasi yang diperoleh, kedua tersangka antara lain Zul (31) warga Dusun Alue Guroe Desa Arongan Lise, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh dan IS alias Ismail (36) warga Desa Cempeudak, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh.

Penangkapan kedua tersangka berawal saat petugas meng­gelar sweeping di Jalinsum Stabat tepatnya di depan pos lalu lin­tas Sei Karang Desa Kwala Gu­mit, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.

Petugas lantas menyetop bus penumpang umum yang sedang melintas di lokasi razia. Setelah itu petugas meminta izin ke­pada supir agar bisa melaku­kan pemeriksaan terhadap se­luruh penumpang serta barang bawaan yang berada di dalam kendaran.

Ketika dilakukan peme­riksaan, ternyata kedua tersangka yang duduk di bangku nomor 28 menyimpan sabu yang dibungkus plastik. Dari tersangka Zul petugas menyita satu bungkus besar plastik sabu seberat 200 gram dan sebungkus plastik bening berisi 120 gram sabu disita dari pelaku IS. Polisi lalu memboyong keduanya ke Mapolres Langkat guna pengembangan dan pro­ses hukum lebih lanjut.

“Petugas menerima informasi dari masyarakat ada laki-laki membawa sabu dan menumpang bus serta di­perkirakan akan melintas wilayah hukum Polres Lang­kat,” kata Kapolres Langkat AKBP Mulya Hakim Solichin.

Berdasarkan pengakuan tersangka Zul, barang bukti sabu diperoleh dari dari seorang laki-laki yang tinggal di Kabupaten Panton Labu. Barang haram itu rencananya akan dijual ke Medan.

“Pengakuan tersangka sabu itu mau dibawanya ke Medan dan sudah menerima uang jalan Rp1 juta dari Rp5 juta yang dijanjikan jika barang tersebut sampai di tempat tujuannya,” ujarnya.

Sementara tersangka Zul mengakui bahwa barang haram yang disimpannya di celana dalamnya tersebut diperoleh dari Lhokseumawe yang dititipkan dari A (DPO) dan akan dijual ke Medan.

“Tersangka kurir ini hanya dikasih uang jalan Rp500 ribu dari Rp1 juta yang dijanjikan dan sisanya akan dibayarkan jika barang tersebut sampai ditempat yang dituju,” jelasnya. (Fidel)

Berikan Komentar