7 Terduga Teroris Samarinda Diboyong ke Jakarta

oleh -196 views

garudaonline – Samarinda | Tujuh terduga pelaku peledakan bom di Gereja Oikumene di Kelurahan Sengkotek, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (19/11) dibawa ke Jakarta.

“Hari ini, ketujuh terduga pelaku peledakan bom Gereja Oikumene dibawa ke Balikpapan selanjutnya diterbangkan ke Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kapolda Kaltim Inspektur Jenderal Polisi Safaruddin, saat merilis tujuh terduga teroris di Mako Brimob Samarinda Seberang, Samarinda, Sabtu.

Dari pantauan, lima dari tujuh terduga teroris dengan tangan diborgol, digiring dari Mako Brimob menuju mobil Gegana. Proses pemindahan ini dikawal ketat personel Densus 88 bersenjata laras panjang yang disaksikan Wakil Gubernur Kaltim Mukmin Faisal, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kaltim Yos Sutomo, Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail serta sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama di daerah itu.

Ketujuh terduga pelaku peledakan bom di Gereja Oikumene tersebut kata Safaruddin yakni, J, S, JS, R, AD, GAP dan RPP. Adapun dua di antaranya ditangkap di Kabupaten Penajam Paser Utara pada Jumat (18/11). Ketujuh terduga tersebut terlibat mulai perencanaan, pembuatan bom, membeli bahan serta melakukan peledakan di Gereja Oikumene.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap eksekutor dan barang bukti di tempat kerjadian perkara (TKP) serta keterangan saksi, ketujuh teroris itu sempat melakukan pelatihan bagaimana cara merakit bom, sebelum melakukan peledakan di Gereja Oikumene,” kata Safaruddin.

Sementara saksi lainnya dari 19 orang yang sempat dimintai keterangan tambah Safaruddin, telah dipulangkan. “Sebagian saksi yang sempat dimintai keterangan namun tidak terbukti sudah dipulangkan,” tutur Safaruddin.

Ledakan bom terjadi di Gereja Oikumene di Jalan Cipto Mangunkusumo RT 03, Nomor 37, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Minggu (13/11) sekitar pukul 10.15 Wita. Salah satu dari empat korban balita yakni Intan Olivia meninggal dunia akibat mengalami luka bakar hingga 78 persen dan pembengkakan paru-paru akibat menghirup asap saat terjadi ledakan, pasca menjalani operasi di RSUD AW Syahranie Samarinda.(TM)

Berikan Komentar