ABG 17 Tahun: Lapor Pak Polisi, Saya 12 Kali “Dipompom” Pacar

oleh -148 views

garudaonline – Medan | Sungguh malang nasib yang dialami WT (17), warga Desa Tambak Rejo, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang. Sudah lah putus sekolah, kini dia harus menanggung aib karena telah dinodai oleh pacarnya, Haris (21) warga Jalan Lau Dendang, Percut Seituan.

Janji Haris yang ingin menikahinya usai melakukan perbuatan tak senonoh, ternyata hanyalah bualan semata. Tak terima, WT pun ditemani ibu dan pamannya melaporkan Haris ke Polsekta Percut Seituan, Selasa (22/11/2016).

Dalam laporannya, WT yang bertubuh sintal ini mengaku berpacaran dengan Haris sejak April 2016 dan mereka bertemu melalui perkenalan singkat dari nomor handphone yang diberikan teman WT kepadanya saat itu. Karena merasa cocok, WT pun mau menerima cinta Haris yang mengaku berprofesi sebagai petugas leashing itu. Pada pertengahan Mei 2016, WT diajak jalan-jalan oleh Haris ke sebuah pantai di kawasan Desa Seantis, Percut Seituan.

Sesampainya di sana, bujuk rayuan Haris pun membuat hati WT luluh. Alhasil perbuatan suami isteri itu dilakukan mereka di sebuah gubuk kecil. Sejak saat itu WT mengaku sudah 12 kali melakukan hubungan suami isteri dengan Haris di tempat yang berbeda-beda. Haris pun berdalih segera menikahinya. Namun sebulan belakangan Haris mulai ingkar janji, handphone nya pun tak lagi bisa dihubungi oleh WT. Merasa dibohongi WT mengadu kepada orangtuanya.

Emosi kedua orangtua WT memuncak ketika WT mengaku sudah tak lagi perawan setelah ‘dipompom’ pacarnya. Bahkan WT juga bilang kepada orangtuanya ia sudah 12 kali melakukan hubungan suami isteri.

Mendengar anaknya sudah tak perawan lagi, kedua orangtua WT sempat marah namun mereka pasrah dan menyerahkan kasus ini kepada hukum. “Anak kami ini polos. Kami baru tahu kalau dia enggak perawan lagi setelah ngadu ke saya,” ujar sang ibu berinisial ID di Polsek Percut Seituan.

Panit II Reskrim Percut Seituan Ipda Irwanta Sembiring mengatakan saat ini korban sudah disarankan agar melakukan visum terlebih dahulu dan setelah visum laporannya korban segera ditindak lanjuti.”Korban kita sarankan untuk melakukan visum dulu. Jika sudah lengkap, laporan korban segera kita tindak lanjuti,” pungkas Irwanta.(BS)

Berikan Komentar