ABG Ini Disekap dan Dicabuli Pemuda Selama Seminggu

oleh -179 views

garudaonline – Siantar | Bunga (nama samaran) selama 7 hari disekap pacarnya di sebuah rumah kos-kosan. Selama disekap, korban dijadikan pemuas nafsu oleh pacarnya AW (21) alias Bagong, warga Jalan Langkat II, Kelurahan Martoba Kecamatan Siantar Utara.

Ditemui di Mapolres Siantar, Jumat (9/12/2016), Suyatni yang merupakan uwak korban menjelaskan, penyekapan terhadap korban berlangsung sejak Jumat (2/9/2016) hingga Jumat (9/9/2016) lalu.

Waktu itu korban berangkat dari rumahnya di Jalan Sibatu-batu, Simpang Gurilla, Kelurahan Siantar Sitalasari, Kecamatan siantar Martoba dengan maksud hendak pergi bekerja. Tetapi di tengah jalan bertemu dengan pacarnya Ari Wibowo alias Bagong yang kemudian mengajaknya jalan-jalan keliling kota Siantar.

Korban yang tak menyadari niat buruk pelaku itu menurut saja hingga akhirnya bolos kerja. Korban juga tak curiga ketika pelaku membawanya ke dalam salah satu kamar kos-kosan.

Di dalam kamar kos-kosan, pelaku mulai menunjukkan gelagat buruk dan berusaha mencumbui korban lalu mengajaknya berhubungan suami istri.

Korban awalnya menolak permintaan pelaku. Namun karena janji manis akan dinikahi, korban akhirnya merelakan pelaku merenggut kegadisannnya.

Usia melampiaskan nafsunya, pelaku tak puas. Dia tak memperbolehkan pelaku pulang dan berulang-ulang memaksa korban berhubungan suami istri. Parahnya, setiap usai melampiaskan nafsunya, pelaku mengancam korban pakai pisau dan meminta korban tak menceritakan perbuatan bejadnya.

Seminggu disekap dan dicabumi, korban akhirnya berhasil melarikan diri. Ketika pelaku pulang ke rumahnya mengambil nasi, pelaku langsung meninggalkan kamar dan pulang ke rumahnya.

Kepada orangtuanya, Sudrajat, korban kemudian menceritakan perbuatan bejat yang dilakukan pelaku kepadanya.Hanya saja Sudrajat malah memarahi putrinya itu.

Sebab itu korban menceritakan kejadian itu kepad usainya Suyatni. Mendengar penuturan korban, Suyatni pun mendatangi kediaman pelaku untuk meminta pertanggungjawaban.Tetapi sampai enam kali didatangi, pelaku tak pernah berada di rumahnya.

“Sempat sekali kami jumpa sama orang tua Si Bagong itu, tapi mereka minta waktu selama dua minggu dan paling lama satu bulan untuk menikahkan,” ucapnya.

Tetapi, ucap Suyatni, orangtua pelaku berbohong. Sebab, hingga kini mereka belum juga ada memberi kabar hingga akhirnya keluarga korban tak terima dan akhirnya memutuskan untuk membuat pengaduan.

Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Siantar Aipda Hotman Saragih mengatakan, kedua bela pihak antara korban dan pelaku sepakat untuk berdamai. (JS)

Berikan Komentar