Ahok Banding Jika Divonis Bersalah

oleh -158 views

garudaonline – Jakarta | Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menganggapi santai perihal berkas perkara dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh dirinya dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Agung. Kejaksaan pun meminta penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri segera menyerahkan barang bukti dan tersangka.

“Ya, kalau sudah P21 berarti mungkin akan cepat di pengadilan,” ujar Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 30 November 2016.

Sampai hari ini, Ahok mengaku belum menerima surat pemberitahuan atau panggilan yang berkaitan dengan kasus yang tengah menjeratnya itu. Namun, Ahok meyakini kalau kasus yang melibatkan dirinya itu bisa lebih cepat selesai di pengadilan karena ia akan membeberkan bukti yang ada di depan majelis hakim.

Ahok yakin dirinya tidak bersalah karena ia merasa tidak pernah berniat menistakan agama manapun. Apabila pada akhirnya hakim memvonis dirinya bersalah, Ahok mengaku tidak akan ambil diam. Sebagai warga negara, Ahok mengatakan punya hak untuk mengambil langkah hukum selanjutnya.

“Kami akan gugat. Kami akan naik banding kan. Kita ‘kan sudah bangun sistem, pengadilan untuk (mengeluarkan) putusan bisa (butuh) satu atau dua tahun,” ujar Ahok.

Meski belum ada putusan hakim, Ahok mengatakan masih akan terus mengikuti prosedur hukum yang ada. Keputusan naik banding, menurut Ahok, tentunya akan dipakai oleh siapapun yang sedang menjalani proses hukum. Ia sendiri belum memastikan akan naik banding nantinya.

“Ya, enggak tahu, semua orang pasti berpikir seperti begitu (naik banding) ya. Saya enggak tahu,” ujar Ahok.

Setelah barang bukti dan tersangka diserahkan, Kejaksaan akan mengambil sikap untuk membawa perkara ini ke pengadilan. Adapun kewenangan menahan Ahok, Kejaksaan menyatakan keputusan tersebut masih domain penyidik Badan Reserse Kriminal Polri.

Bareskrim sendiri telah menetapkan Ahok sebagai tersangka pada Rabu, 16 November 2016. Dia diduga menistkan agama Islam dalam sebuah pidato di Kepulauan Seribu pada 27 September. Dalam pidato yang diunggah ke Youtube itu, Ahok sempat menyinggung Surat Al-Maidah ayat 51.

Pasal yang dikenakan terhadap Ahok sesuai dengan berkas perkara yang diserahkan penyidik Polri, yaitu Pasal 156 dan Pasal 156a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.(TM)

Berikan Komentar