Alamak! Siswi SMK Ngaku 3 Kali ‘Ditindih’ Pria Beristri

oleh -218 views

garudaonline – Simalungun | Kasus pencabulan anak di bawah umur kembali terjadi di Kabupaten Simalungun. Seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebut saja Kembang disetubuhi pria beristri sebanyak 3 kali.

Jantri Manik (28) yang berprofesi sebagai supir angkutan umum Siantar-Mandoge ini resmi dilaporkan ke Polres Simalungun, Kamis (1/12/2016), usai aksi pencabulan itu diketahui pihak keluarga Kembang.

Terlapor berhasil merengut keperawanan siswi kelas 1 SMK di Kota Siantar itu. Sementara terlapor warga Blok Songo Marihat, Kecamatan Panombean, Kabupaten Simalungun telah memiliki 1 orang anak.

Ayah pelapor, R Rajagukguk menuturkan, terlapor telah menyetubuhi putrinya sebanyak 3 kali di lokasi berbeda. Menurut Rajagukguk, sesuai keterangan Kembang, aksi pertama terjadi pada bulan Agustus 2016 di area perkebunan kelapa sawit. Kembang mengaku, jika telah 3 kali melakukan hubungan suami istri dengan terlapor.

Terungkapnya aksi pencabulan itu setelah korban tak pulang ke rumahnya pada Senin (27/11/2016). Ini membuat ibu kandungnya mencari keberadaan putrinya. Informasi didapat jika Kembang sedang berada di wilayah Raya Bayu, Kecamayan Raya bersama terlapor.

Ibu kandung korban pun nekad mendatangi rumah yang dijadikan tempat persembunyian Kembang bersama Jantri. Korban pun dibawa pulang ke rumah orang tuanya.

Sementara R Rajagukguk yang sebelumnya mendapatkan informasi jika putrinya telah disetubuhi terlapor, akhirnya menginterogasi korban dan istrinya.

Bak disambar petir di siang bolong, korban dan istrinya memberitahu jika terlapor telah menyetubuhi putri mereka. Tak terima atas kejadian itu, Kembang bersama kedua orang tuanya mendatangi Polres Simalungun membuat laporan pengaduan.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Simalungun, Ipda H Gultom saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya laporan tersebut dan kini pihaknya akan sedang melakulan penyelidikan, dengan mengumpulkan sejumlah keterangan dan bukti-bukti.

Informasi yang dihimpun, bahwa terlapor sebelumnya telah dilaporkan juga ke pihak Kepolisian dengan kasus serupa telah menyetubuhi anak di bawah umur yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Namun pelaku dengan korban akhirnya berdamai.

Mengetahui hal itu, Rajagukguk menegaskan, pihaknya tidak akan mau berdamai atau mencabut laporan pengaduan seperti korban sebelumnya.(HT)

Berikan Komentar