Anak Pemilik Cafe Bantah Cabuli Anak di Bawah Umur

oleh -426 views

garudaonline РSiantar | Terduka pelaku tindak pelecehan di bawah umur, Firman Aswat Lumban Tobing (23) terhadap korbannya JP br S (14) membantah tuduhan telah mencabuli gadis belia asal Kota Tebingtinggi yang sekaligus pacarnya sebanyak 3 kali.

Firman juga mengatakan, dirinya sama sekali tidak pernah masuk ke dalam kamar JP.

Ditemui di tempat kediamannya, Cafe Borpas, di Jalan Rohdahaim, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Kamis (1/12/2016), Firman mengaku tidak pernah mencabuli korban.

Pemain keyboard di Cafe Borpas ini menuturkan, JP dan dirinya tidak ada melakukan hubungan suami istri saat keduanya berada dalam kamar nya. Apalagi pertemanan mereka lewat media sosial Facebook seperti yang diutarakan JP sebelumnya, kata Firman sama sekali tidak benar.

“Gak ada kami berteman di FB dan itu bohong. Saya gak ada melakukan itu. Bahkan saya suruhnya dia tidur kembali ke kamarnya. Dan dijawab dia ‘bentar lagi’ dan tidak ada melakukan seperti apa yg diutarakan,” ujar Firman.

Cerita Firman, JP dan dirinya menjalin hubungan kasih, yang diketahui kedua orang tua mereka hingga terbesit keinginan ditunangkan. Kedua orang tua mereka pun membuat perjanjian jika JP harus kembali pulang ke Tebingtinggi.

Namun setelah pulang ke Tebingtinggi, JP pun memutuskan Firman lewat sambungan telepon seluler.

Tuduhan JP kepada orang tua Firman, Laura Pasaribu yang tidak lain pemilik Cafe Borpas, jika dipaksa menggunakan celana pendek untuk melayani tamu pun dibantah pelayan cafe, Cici Herliana (20).

Cici mengatakan, para pelayan cafe tidak diharuskan mengenakan pakaian yang minim. “Kami malah disuruh pakaian rapi da tidak memakai pakaian pendek. Adanya seragam dinas kamiberupa kaos warna merah dan biru. Kami juga memakai celana panjang,” ujar pelayan yang sudah bekerja selama 3 bulan di Cafe Borpas.

Cici mengenal JP sudah sebulan lamanya. Kata Cici, JP malah suka mengenakan pakaian minim saat melayani di cafe tersebut. Namun teguran dari Laura Pasaribu tidak pernah diindahkan korban.

“Saat orang tua (mamak JP) nya datang ke cafe, dia juga pakai celana seksi-seksi. Sudah ditegurnya supaya diganti dengan pakaian yang wajar. JP juga anak yang pemalas dan jorok. Kalau mandi hanya mau kerja aja biar kelihatan cantik,” ujar Cici mengakhiri.(HT)

Berikan Komentar