Anggaran Pembangunan Rusunawa Sibolga Masuk Dalam P-APBD

oleh -311 views

garudaonline, Medan | Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sibolga, Eddy Johan Lubis menyebut anggaran pembelian lahan sejumlah 7.171 meter persegi untuk pembangunan rusunawa masuk dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran (TA) 2012.

Hal itu dikatakannya saat bersaksi dalam kasus dugaan korupsi pada pembangunan rusunawa di Kota Sibolga Tahun Anggaran (TA) 2012 senilai Rp 6,8 miliar untuk terdakwa Adely Lis alias Juli selaku Direktur PT Putra Ali Sentosa dan Januar Efendy Siregar selaku mantan Plt Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PKAD) Pemko Sibolga di Ruang Cakra IV Pengadilan Tipikor Medan, Selasa (1/11/2016).

“Sebelumnya saat APBD 2012 tercantum dana sebesar Rp1,5 miliar peruntukan untuk tanah pembangunan perumahan dan perkantoran. Tapi pada saat P-APBD pada Agustus, ada anggaran untuk lahan pembangunan rusunawa. Padahal sebelumnya di draf-nya tidak ada,” katanya dihadapan majelis hakim yang diketuai Parlindungan Sinaga.

Mendengar itu, hakim anggota Robert Posumah menanyakan landasan perubahan tersebut. Eddy Johan Lubis menjawab bahwa perubahan nomenklatur tersebut bisa diajukan ke DPRD Kota Sibolga. Dari situ, perkantoran tidak jadi dibangun lantaran tidak adanya lahan.

Eddy juga mengaku tidak terlibat langsung pada perumusan APBD khususnya untuk pengadaan lahan rusunawa tersebut. Dia menyebutkan, untuk urusan lahan, merupakan tanggung-jawab Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PKAD) Sibolga. Diakui Eddy, untuk tanah tersebut, dirinya mengajukannya ke Pemko Medan lantaran hampir setiap hari lokasi tanah tersebut dilewati.

“Saya hanya sebatas memberi tahu ada tanah yang cocok untuk pembangunan perumahan dan perkantoran itu,” sebutnya. Eddy menjelaskan, pengadaan itu dilakukan Pemko Sibolga setelah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada saat itu menganggarkan dana Rp 29 miliar untuk pembangunan rusunawa yang langsung dikerjakan oleh kementerian tersebut.

Mantan Wakil Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota SIbolga tersebut mengatakan, dirinya pernah bersama Thamrin Hutagalung yang menjabat Kepala Dinas (Kadis) PU Kota Sibolga saat itu serta Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PKAD, Januar Effendy Siregar (terdakwa) untuk mengambil SK peralihan pembelian tanah Rusunawa ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sibolga. Namun, pihaknya hanya mendapat SK bahwa surat peralihan lahan dari pemilik ke Pemko Sibolga masih berproses.

Sementara itu, M Zubir selaku mantan Bendahara Pengeluaran Dinas PKAD Kota SIbolga membenarkan saat pergantian pucuk pimpinan dari pejabat sebelumnya Soritua Hasibuan kepada Januar. Januar juga sempat menggunakan ruangan lain di kantor tersebut karena ketidakharmonisan itu.

Dalam kasus ini, hanya Januar yang ditahan. Sedangkan Adely Lis tidak dilakukan penahanan meski beberapa waktu lalu sempat ditahan di Rutan Klas I Tanjug Gusta Medan. Tidak dilakukannya penahanan terhadap Adely Lis karena yang bersangkutan mengidap penyakit jantung yang memaksakan harus dirawat secara intensif. (Endang)

Berikan Komentar