Aset Koruptor Dirampas, Menkeu: Biar Anak Cucunya ‘Bersih’

oleh -266 views

garudaonline – Jakarta | Menteri Keuangan RI Sri Mulyani menjelaskan alasan perlunya penyitaan aset-aset yang dimiliki para pelaku kejahatan tindak pidana korupsi (tipikor). Menurutnya, hal tersebut untuk menekan bahkan menghilangkan niat orang lain melakukan tindak kejahatan tersebut.

“Karena asetnya akan disita, stigma yang dipenjara bukan hanya badan si penjahat, tapi harta korupsi tidak bisa dinikmati anak cucunya, karena harta tersebut akan hilang,” ujarnya kepada wartawan, Senin (21/11/2016).

Selain itu, ia juga menjelaskan mengenai dampak positif bagi keuangan negara melalui penyitaan aset-aset yang diambil dari kekayaan negara tersebut.

“Bayangkan saja, di tahun 2014 ada total Rp 80,4 miliar uang negara yang berhasil dikembalikan. Lalu sejumlah Rp 73,8 miliar di tahun 2015 dan Rp 24,4 miliar sampai bulan Juli tahun ini,” terangnya.

Oleh sebab itu, Sri menilai perlunya jalinan kerjasama antar lembaga penegak hukum di Indonesia untuk menjaga agar nilai barang rampasan tindak pidana tersebut tidak menurun. “Hal ini tentu bisa terwujud dengan sistem pengelolaan barang rampasan kejahatan yang baik,” pungkasnya.(BS)

Berikan Komentar