Audit BPKP Hambat Penyidikan Dugaan Korupsi PDAM Tirta Kualo

oleh -126 views

garudaonline, Medan | Kasus dugaan korupsi Pembangunan WTP III dan Pemasangan Pipa Distribusi Utama Sepanjang 600 meter pada PDAM Tirta Kualo Tanjung Balai TA 2015, sudah setahun tak kunjung tuntas. Konon, penetapan calon tersangka tak dapat dilakukan penyidik Tipikor Poldasu.

Pasalnya, hingga kini, Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Sumut sampai saat ini belum mengeluarkan hasil audit kerugian negara.

“Kita belum bisa bertindak lebih lanjut kalau hasil kerugian negara belum turun dari BPKP. Harus ada dulu kerugian negara baru kita bisa melakukan penyidikan,” kata Kasubdit III/Tipikor Dit Reskrimsus Poldasu, AKBP Yemmi Mandagi, kemarin malam.

Yemmi mengatakan, pihaknya sudah menyerahkan semua yang diminta BPKP sejak Oktober 2016 lalu.

“Semua yang berkaitan dengan dokumen untuk proses audit sesuai permintaan auditor sudah kita serahkan, tapi yah sampai saat ini hasilnya belum turun. Maklumlah, mungkin banyak yang mereka audit,” kata mantan Kasubdit Cyber Crime Dit Reskrimsus tersebut.

Bahkan, sambung Yemmi, pihaknya sudah menyerahkan nama-nama yang terperiksa dalam kasus tersebut.

“Sebenarnya tidak ada urgensinya BPKP menanyakan siapa-siapa nama-nama idenditas yang diperiksa, tapi itupujn sudah kita beritahu sama mereka. Namun, sampai saat ini, hasil audit juga belum keluar.

Kita berharap supaya kerugian negara bisa segera keluar sehingga penyidikan segera dilanjutkan,” pinta Yemmi sembari berharap wartawan menanyakan langsung kepada BPKP alasan lamanya hasil audit kerugian negara.

Sebagaimana diketahui, kasus dugaan korupsi Pembangunan WTP III dan Pemasangan Pipa Distribusi Utama Sepanjang 600 meter dilaporkan warga ke Poldasu pada 2015. Kemudian, sejumlah saksi termasuk Dirut PDAM Tirtakualo Tanjung Balai, Zaharudin Sinaga sudah diperiksa namun sampai saat ini, belum ada ditetapkan sebagai tersangka. (g/10)

Berikan Komentar