Baca Eksepsi, Ramadhan Pohan: Sudah Kalah Pileg dan Pilkada Malah Tersandung Kasus

oleh -80 views

garudaonline – Medan | Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Ramadhan Pohan menyalahkan Savita Linda Hora Bendahara Tim Pemenangan REDI dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan sebesar Rp14,5 miliar yang menjeratnya.

“Saya sudah kalah Pileg, kalah Pilkada, tidak punya uang apalagi jabatan, malah tersandung kasus disangka melakukan penipuan dan utang lebih Rp14,5 M,” kata Ramadhan Pohan saat menyampaikan eksepsi pribadinya dalam sidang di Ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri Medan, Selasa (10/1/2017).

Mantan calon Wali Kota Medan itu mengatakan Linda Savita yang mendekati istrinya untuk membantunya dalam Pemilu 2014 dari Dapil Sumut. Linda juga sangat intensif mendekatinya usai penetapan Ramadhan dan Eddie Kusuma sebagai paslon Wali Kota dan Wakil Wli Kota Medan, 27 Juli 2015.

“Saya ingat betul, Linda pun sempat menawarkan diri menjembatani kami dengan pemilik posko. Linda bilang Inang Lundu Panjaitan dan Inang RH Simanjuntak mengenal dekat pemilik posko.

Beberapa hari kemudian seorang rekan memanggil saya supaya berhati-hati sama Linda,” ucap Ramadhan di hadapan majelis hakim yang dipimpin Djaniko MH Girsang.

Menurut Ramadhan untuk menyakinkan dirinya, Linda juga menyebut dirinya bersahabat dengan isteri mantan Kapolrestabes Medan Mardiaz Kusin Dwi Hananto, dekat dengan isteri pengusaha Beni Basri, dan dekat dengan keluarga pak Hanif Shah. Linda juga mngatakan akan melepas kebun kelapa sawitnya demi membantu biaya kampanye REDI.

“Linda berhasil meyakinkan saya. Bagi saya mengenal Linda benar-benar banyak misterinya kini. Dia dulu meminta saya membuka rekening Bank Mandiri yang katanya untuk menampung dana-dana para donator. Faktanya sejak rekening itu dibuka, setoran awal tunainya dieksekusi Linda,” ucapnya.

Bahkan menurut Ramadhan, sampai detik terakhir rekening dibekukan, angkanya tidak pernah bertambah dari setoran awal yang di bawah Rp10 juta. Bolak-balik adanya transaksi atau penarikan dan penyetoran uang terjadi antara Inang Sianipar dengan Linda dan di rekening mereka sendiri.

“Walau kata mereka semua dana untuk Ramadhan Pohan, anehnya kok tidak ada serupiah pun yang mampir di rekening yang dibuka atas nama saya sendiri. Saya heran dan kecewa pada Linda.

Ramadhan mengaku tidak sadar ketika disuruh membubuhkan tandatangan yang belakangan ia ketahui dimaksudkan sebagai utang atau pinjaman. Dia mengatakan terperdaya dan masuk dalam perangkap. Karena harusnya setiap utang dan pinjaman, mestinya didahului dengan perikatan perjanjian hitam di atas putih, Nyatanya, ini tak ada sama sekali.

“Perlu saya tegaskan, bahwa saya tidak pernah menerima atau bahkan melihat uang itu sama sekalipun tidak pernah. Lalu kenapa saya dimintai pertanggungjawaban? Tetapi sebagai politisi, saya harus kuat menghadapinya.

Usai menyampaikan eksepsinya, tim pengacara Ramadhan Pohan juga membacakan eksepsi mereka. Setelah itu majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda tanggapan jaksa penuntut umum (JPU). Ramadhan langsung meninggalkan ruang sidang tanpa menanggapi pertanyaan wartawan.

(fidel)

Berikan Komentar