Bah, Istri-istri di Sibolga Ramai-ramai Ajukan Gugatan Cerai

oleh -180 views

garudaonline – Sibolga | Tingkat perceraian rumah tangga di Kota Sibolga, sepanjang tahun 2016 ini, masih tergolong tinggi. Sesuai data Pengadilan agama Kota Sibolga, hingga pertengahan November 2016 ini, jumlah perkara gugatan perceraian yang tercatat, sebanyak 112 perkara, sementara yang telah divonis bercerai, sebanyak 105 perkara.

Menurut Humas Pengadilan Agama Kota Sibolga, Ahmad Hidayatul Akbar, penyebab utama perceraian tersebut, hanya karena tanggungjawab, yang berbuntut retaknya keharmonisan rumah tangga, dan ratusan gugatan perceraian di Pengadilan Agama Sibolga, kata Ahmad, didominasi gugatan cerai sang istri, terhadap suaminya.

“Tercatat, kasus perceraian sampai pertengahan November 2016 ini masih tergolong tinggi, yang masuk saja sebanyak 112 perkara, dan perkaranya sudah diputus, 105 perkara. Tahun 2015 lalu, hingga Desember, yang putus sebanyak 139, dan tingkat perceraian di Sibolga, belum mengalami perubahan yang signifikan, semuanya, gugatan istri terhadap suaminya,” kata Ahmad, pada wartawan Minggu (13/11/2016).

Selain itu, kata Ahmad, penyebab lain yang diperkirakan sebagai biang masalah rumah tangga, yang berujung perceraian, yaitu, soal krisis akhlak, cemburu, faktor ekonomi.

Dijelaskannya, sebelum memutuskan perkara perceraian, pihaknya terlebih dahulu melakukan proses mediasi, sesuai yang tertera dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 tahun 2008, namun faktanya, upaya dari hakim mediator, untuk mendamaikan pihak suami dan istri sering tidak berhasil.

“Terlebih dahulu melakukan proses mediasi untuk mendamaikan antara pihak suami dan istri, sesuai Perma No 1 Tahun 2008, yakni selama 40 hari. Tapi, sering tidak berhasil, padahal, dalam penanganan kasus perceraian, Pengadilan Agama bertugas, untuk menyelesaikan masalah yang terjadi, bukan mencari permasalahan diantara dua belah pihak,” jelasnya.

Ahmad juga membeberkan, bila rata – rata usia pasangan yang bercerai di Pengadilan Agama Sibolga, mulai dari 23 sampai dengan 30 tahun. ”Kebanyakan kasus perceraian ini, rata – rata berusia 23 sampai 30 tahun,” bebernya.(hll)

Berikan Komentar