Bah Kejam Kali Kawan Ini! Tak Mau Diajak ke Gereja, Istri Dipukul Suami

oleh -394 views

garudaonline – Siantar | Gara-gara menolak diajak beribadah ke gereja, S boru Sihite, warga Kelurahan Tambun Nabolon, Pematangsiantar, dipukul suaminya, R Silaban

Tak terima dipukuli, S kemudian mengadukan suaminya ke Polres Pematangsiantar, Minggu (30/10/2016).

Kepada petugas SPKT, S meceritakan, awalnya pada Minggu pagi R Silaban mengajak istrinya pergi ibadah bersama-sama ke salah satu gereja di Jalan Ahmad Yani, Pematangsiantar.

S boru Sihite menolak ajakan suaminya dengan alasan tak enak badan karena memang tengah mengandung anak ketiganya. Lalu S masuk ke kamar.

R Silaban yang sehari-hari berdagang mainan anak-anak ini mencoba menasihati istrinya. Namun pasangan suami istri yang telah menikah selama enam tahun ini malah terlibat cekcok di dalam kamar.

R Silaban emosi dan spontan menampar wajah istrinya. “Badanku tak enak, makanya aku ngak bisa ikut beribadah. Tapi suamiku marah dan memukuli wajahku. Aku sudah rela lah kalau cerai,” kata S boru Sihite kepada petugas SPKT.

Sambil meneteskan air mata, dia mengaku sudah sering mendapatkan perlakuan kasar dari suaminya.

“Bukan kali ini aja aku dipukuli, Pak. Karena sudah sering lah, makanya aku sudah tak tahan dan ingin mengadu ke sini,” katanya.

E boru Simanjuntak, teman S boru Sihite, saat ditemui di Polres Pematangsiantar mengaku, awalnya sudah menasihati S agar tidak perlu mengadu ke Polres. Apalagi tidak ada luka di wajahnya setelah dipukul suaminya.

“Waktu mau datang ke Polres, udah coba kami nasihati supaya tak usah melapor. Tapi dia ini keras dan ngotot mau mengadu. Lagian mukanya nggak ada bengkak,” kata E boru Simanjuntak

Tak lama, petugas SPKT menghubungi R Silaban untuk datang ke Polres Pematangsiantar. Setelah tiba, polisi memediasi pasangan suami istri itu, apalagi S boru Sihite sedang kondisi hamil.

Kepada polisi, Silaban mengaku hilap dan semula tak ada niat untuk menampar istrinya. Itu terjadi karena istrinya lebih dahulu menamparnya.

“Duluan dia menampar aku Pak. Waktu kami ribut mulut, karena dia menolak saat aku mengajak pergi untuk ibadah,” ungkapnya.

Kanit SPKT II Polres Pematangsiantar, Iptu Sutari menjelaskan, korban belum melapor dan masih sebatas “curhat”.

“Kita coba mediasi keduanya. Mengingat si wanita dalam kondisi hamil. Jika tak ada titik temu si wanita kapan aja bisa melapor,” kata Sutari.(KS)

Berikan Komentar