Bah… Oknum Perwira Polisi Ditipu Rp80 Juta

oleh -261 views

garudaonline – Siantar | AKP HS (53) mendatangi Polres Pematangsiantar, Sabtu (19/11). Ia melaporkan seorang pria berinisial Si (45) yang mengaku sebagai rekanan di perkebunan Bah Jambi. Diduga, Si telah menipunya dengan modus menggadaikan mobil milik orang lain.

Diceritakannya kepada petugas SPKT saat membuat laporan pengaduan, dugaan penipuan itu diketahui oleh mantan Kasubbag Sarpras Polres Siantar tersebut pada Jumat (4/11) sekira pukul 10.00 WIB, di Jalan Patuan Nagari, Kelurahan Sukadame, tepatnya di Komplek Aspol Polsek Siantar Utara.

Disebutkan, awalnya pada Jumat (23/10) tahun lalu sekira pukul 15.00 WIB, ia didatangi laki-laki bernama M Sijabat bersama Si. Tujuan kedatangan kedua orang ini adalah untuk meminjam uang buat modal usaha. Sebagai jaminan, Si menggadaikan 1 unit mobil Toyota Kijang Innova BK 468 FI warna abu-abu metalik. Namun Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) mobil itu masih atas nama Syarifuddin Lubis SE.

Tak langsung percaya, HS kemudian menanyakan alamat rumah Si kepada M Sijabat. Saat itu Sijabat mengatakan bahwa Si tinggal di kawasan Bah Jambi.

Untuk lebih meyakinkan, mereka pun berangkat ke rumah dan tempat usaha Si di Bah Jambi. Setelah mengetahui alamat rumah dan usahanya, korban dan M Sijabat langsung kembali ke Kota Siantar. Seminggu kemudian, tepat pada Jumat (30/10) sekira pukul 13.00 WIB, M Sijabat dan rekannya Herianto serta Si datang lagi ke rumah korban. Mereka menumpang mobil Innova yang terakhir dijadikan sebagai jaminan.

Selanjutnya korban mempertanyakan kembali kepada Si perihal siapa sebenarnya pemilik mobil. “Ini mobil saya dan BPKB-nya dipakai sebagai jaminan di Kebun Bah Jambi. Karena saya adalah rekanan di kebun tersebut,” ujar HS menirukan perkataan Si.

Tak langsung yakin, HS kembali menanyakan soal surat-surat kendaraan yang masih atas nama Syarifuddin Lubis SE. Si pun menjawab kembali bahwa surat-surat itu belum sempat dibaliknamakan.

Terakhir, karena merasa percaya, HS kemudian memberikan uang Rp80 juta kepada Si. Serah terima uang itu juga dituliskan pada kwitansi tertanggal 30 Oktober 2015.

Namun setahun kemudian, tepatnya pada 4 November 2016 pukul 10.00 WIB, seorang perempuan dan laki-laki datang menemui HS.

Dalam pembicaraan mereka, pria dan wanita yang mengaku suami istri itu menunjukkan BPKB mobil yang sesuai dengan di STNK yang diserahkan Si sebelumnya kepada korban. Dari situ, korban mengetahui bahwa BPKB yang ditunjukkan kedua orang itu adalah asli. Melihat itu, korban kemudian menceritakan kepada keduanya bahwa ia juga menjadi korban penipuan Si. Selanjutnya mereka mendatangi Polres Siantar guna melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan Si. Saat membuat laporan, ketiganya juga membawa 1 unit Toyota Innova itu sebagai barang bukti.

Kasubbag Humas Polres Siantar AKP Isril Noer melalui Kanit I SPKT Ipda Zulkarnain, ketika dikonfirmasi pada Minggu (20/11), membenarkan laporan kejadian itu. “Benar, laporan korban sudah kita terima sesuai LP/473/XI/2016/SU/STR.. Kini kasus dugaan penipuan dan penggelapan itu masih dalam penyelidikan kita,” ujar Zulkarnain.(MS)

Berikan Komentar