Bah… Sudah Tiga Kali ABG Cantik Ini Digagahi Anak Pemilik Cafe

oleh -602 views

garudaonline – Siantar | JLS (14), ABG yang tinggal di Jalan Aluminium, Lingkungan I, Kelurahan Tambangan, Kecamatan Padang Hilir, Tebing Tinggi ini harus menyimpan kekecewaannya. Soalnya, setelah kegadisannya direnggut dan tiga kali digituin, pacarnya AT (23) ingkar janji dan enggan menikahinya.

Ditemui di Siantar, Rabu (30/11/2016) siang, JLS didampingi kuasa hukumnya Horas Sianturi dari LBH Citra Keadilan mengatakan, perbuatan tak senonoh itu mereka lakukan di kamarnya dan di kamar pelaku yang ada di Lapo B yang terletak di kawasan Tanjung Pinggir.

Dijelaskannya, awalnya dia mengenal AS ketika mengantarkan temannya sekampungnya Fitri yang hendak bekerja di Lapo B milik boru Pasaribu pada 25 September 2016 lalu.

“Mamak dia (AT) yang punya Lapo Borpas itu sudah lama kenal sama mamakku. Beberapa bulan lalu, mamak dia boru Pasaribu datang ke Tebing dan meminta mamakku mencarikan perempuan untuk bekerja sebagai waiters di cafenya. Waktu itu mamakku mengenalkan si Fitri, dan si Fitri mau kerja di cafe itu. Tapi waktu mau berangkat, dia minta aku menemaninya,”jelasnya.

Begitu sampai di Lapo B, dia berkenalan dengan AT, yang merupakan anak boru Pasaribu merangkap pemain keyboard di tempat itu. Usai mengenalkan nama, AT meminta nama akun facebook korban dan malam itu langsung menchattingnya. Dan beberapa hari berkenalan, keduanya sepakat untuk berpacaran.

Setelah berpacaran dengan pelaku, korban semakin betah tinggal di tempat itu dan akhirnya ikut bekerja di Lapo B di tinggal di dalam kamar tepat di samping kamar pelaku yang ada di dalam Lapo B.

Sebulan kemudian, tepatnya 22 Oktober 2016 sekira pukul 03.00 WIB, ketika para pengunujung cafe sudah berpulangan, pelaku datang ke kamar korban dan mengajaknya melakukan hubungan suami istri. Karena saat itu pelaku berjanji akan menikahinya, pagi itu korban pun merelakan kegadisannya direnggut pelaku.

Berhasil merenggut kehadiran korban, pelaku kemudian ketagihan dan beberapa hari kemudian kembali mengajak korban untuk berhubungan badan. “Waktu pengunjung sudah pulang, dichattingnya aku. Diajaknya ke kamarnya dan kami melakukannya lagi. Bulan November kami juga melakukannya di kamarnya. Udah kali kami melakukannya,”jelasnya.

Perbuatan tak senonoh keduanya terbongkar setelah Ani, salah satu juru masak di cafe itu bercerita kepada ibu korban M boru S ( 50).

Karena sudah kenal lama dengan ibu pelaku, maka ibu korban M boru S datang dari Tebing Tinggi menemui ibu pelaku di cafenya untuk meminta pertanggungjawaban. “Waktu itu mamaknya (boru Pasaribu) setuju untuk menikahkan kami. Tapi karena umurku masih 14 tahun, maka mereka janji menikahkan kami 3 tahun lagi. Dia bilang, sebelum nikah, kami tunangan dulu,”ucapnya.

Hanya saja, setelah hampir dua minggu ditunggu, kabar dari keluarga pelaku untuk menunangkan pelaku dan korban tak kunjung datang. Sebab itu, ini korban kembali menemui pelaku di cafenya.

Tetapi, ucap korban, pelaku malah ingkar janji dan tak mau menikahi korban dengan alasan korban sudah tak suci lagi ketika pertama kali disetubuhinya. “Waktu itu, mamakku menelepon aku dan memintaku agar jujur apakah aku tidak suci waktu digituin. Aku jawab, aku masih suci waktu pertama kali digituin. Lagipula aku gak pernah sama laki-laki lain,”jelasnya.

Mendengar jawaban anaknya, ibu korban kemudian meminta pelaku tak membuka alasan yang tak masuk akal. Tetapi pelaku berdegil hingga keduanya sempat ada mulut.

Horas Sianturi selalu kuasa hukum korban menambahkan, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum karena korban JLS masih di bawah umur.

Untuk itu, pihaknya sudah mendatangi Polres Siantar untuk mengadukan pelaku. Tetapi, petugas di Polres Siantar meminta mereka melengkapi surat keteranga lahir korban dari rumah sakit.(JS)

Berikan Komentar