Bendahara UPT Disdik Medan Labuhan Terkena OTT

oleh -243 views

garudaonline – Medan | Bendahara Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan (Disdik) Medan Labuhan terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara, Kamis (12/1/2017).

Kepala Tim Saber Pungli Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera, AKBP Sandy Sinurat SIK menjelaskan, tersangka Arm (50) warga Jalan Kutilang VI, Kelurahan Kenanga Baru, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang tertangkap melakukan pungutan liar terhadap dua PNS.

“Tersangka ini selalu selaku bendahara meminta jatah (komisi) sekitar 2,5 persen dari total pinjaman kredit kedua korban,” terang AKBP Sandy didampingi staf Humas Polda Sumut, Kompol S Sinuraya kepada wartawan, Jumat (13/1/2017).

Lebih lanjut, mantan Kapolsek Medan Kota ini menjelaskan, tersangka sudah bertugas sebagai bendahara di Disdik UPT Medan Labuhan selama tiga tahun. Permintaan komisi itu dilakukan tersangka terhadap sejumlah PNS yang meminjam uang dengan nilai bervariasi, tergantung besaran yang dibutuhkan korban.

Ditanya tentang adanya indikasi keterlibatan orang lain dalam praktik permintaan komisi tersebut, Sandy mengatakan, masih dalam pengembangan penyidikan.

Tersangka disangka melakukan tindak pidana dugaan korupsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi. Kasus itu dilaporkan oleh korban Amirullah Zaini dengan LP/43/I/2017/SPKT I, tanggal 12 Januari 2017.

“Terhadap tersangka kita lakukan penahanan. Kasusnya masih kita dalami, dan penanganannya diserahkan ke pihak Subdit Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sumut,” kata Sandy.

Dijelaskannya, petugas Saber Pungli Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara melakukan OTT ketika tersangka meminta komisi kepada dua guru Sekolah Dasar (SD) Rosmawati (56), PNS, warga Jalan KL Yos Sudarso, Simpang Kantor yang meminjam uang sebesar Rp210 juta dan Zainun (54), PNS, warga yang sama dengan pinjaman Rp110 juta.

“Tersangka kita OTT di depan kantor Bank Sumut Capem Belawan. Permintaan komisi oleh tersangka PNS itu disebut untuk mempermudah atau mempercepat proses pencairan pinjaman,” terang Sandy.

Dari wanita itu disita barang bukti terdiri, 1 kalkulator, 2 lembar foto copy permohonan kredit KMG atas nama Zainun dan Rosmawati yang belum ditandatangani, 1 lembar foto copy promo kredit Multiguna PT Bank Sumut dan uang Rp8,5 juta.

(g/10)

Berikan Komentar