Berulangkali Setubuhi Anak SD, Kakek Ucok Divonis 8 Tahun

oleh -356 views

garudaonline – Simalungun | Terdakwa Ahmad Zaelani alias Ucok warga Lingkungan II Jawa Kelurahan Ujung Padang yang sudah berusia 60 tahun dan sudah dipanggil kakek, terbukti mencabuli Ria (nama samaran yang berusia 10 tahun dan duduk di bangku kelas III Sekolah Dasar) divonis 8 tahun penjara disidang Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (17/11/2016).

Selain pidana penjara, terdakwa juga didenda Rp 60 juta, jika tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama 3 bulan kurungan.

Putusan majelis hakim Sinta Gaberia Pasaribu tersebut, lebih ringan dari tuntutan jaksa Jan Maswan Sinurat yang semula menuntut pidana penjara selama 10 tahun penjara dan denda yang sama.

Menurut hakim, terdakwa telah terbukti melakukan perbuatn cabul terhadap saksi korban dengan bujuk rayu dan memberikan sesuatu. Terdakwa dipersalahkan melanggar pasal 1 ke-76E yaitu pasal 82(1) Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo pasal 64 (1) KUHP.

Hal yang memberatkan menurut hakim, perbuatan terdakwa mengakibatkan korban trauma serta merusak tatanan masyarakat dan tumbuh kembang saksi korban yang masih anak-anak. Sedangkan hal meringankan, terdakwa bersikap sopan dan sudah berusia lanjut.

Berdasarkan fakta persidangan, pencabulan itu dilakukan terdakwa berulang kali pada, 2 kali di bulan Maret 2016 dan 3 kali di bulan April 2016 dan Mei 2016. Pada bulan Mei 2016 sekira pukul 19.30 WIB melihat saksi korban sedang bermain dengan temannya di depan rumah terdakwa.

Lalu memanggil korban masuk ke dalam rumah terdakwa dan menyuruh mandi. Selesai mandi, korban dibawa ke kamar tengah dan di tempat itu disetubuhi hingga korban menjerit kesakitan dan mengeluarkan air mata.

Malam itu, terdakwa dengan bujuk rayu dan berjanji akan memberika uang kepada korban agar mau dicabuli. Usai melampiaskan nafsu bejatnya, terdakwa memberikan uang Rp 7 ribu.

Atas putusan tersebut, terdakwa dan jaksa akan menentukan sikap, terima, pikir-pikir atau banding selama 7 hari. (HT)

Berikan Komentar