Biadab! Seorang Guru di Tegal Cabuli 21 Siswi SD saat Mengajar

oleh -271 views

garudaonline – Tegal | Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait bersama puluhan wali murid SDN 2 Karangjambu, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal melakukan protes keras terhadap seorang oknum guru yang diduga melakukan pencabulan terhadap 21 siswi yang diajarnya, EA.

Mereka mendatangi sekolah tersebut dan menuntut agar oknum guru yang mengajar Bahasa Inggris itu dihukum seberat-beratnya.

Menurut penuturan salah seorang wali murid, Yati Mulyani (40), oknum guru itu melakukan pencabulan dengan cara bertanya-tanya sambil menggerayangi para siswi yang diajarnya.

“Saya tidak terima anak saya dilecehkan. Saya minta polisi menghukum pelaku seberat-beratnya,” tegas Yati, Rabu (19/10/2016).

Senada dengan Yanti, salah satu orang tua murid lainnya, Munjilah (38) mengatakan anaknya yang masih duduk di kelas 4 SD tersebut mengaku setiap ada pelajaran yang diampu EA anaknya juga sering dipegang-pegang.

“Anak saya cerita setiap ada pelajaran Pak EA, pipi dan rambut anak saya pasti dipegang, sehingga anak saya jadi takut jika ada pelajaran oknum guru itu,” terang Munjilah.

Kendati begitu, ibu dari dua orang anak ini masih bersyukur sebab masih ada beberapa teman anaknya yang dilecehkan hingga ke lewat batas.

“Alhamdulilah, anak saya tidak sampai dipegang ‘anunya’. Sebab ada siswi lain yang anunya sampai dimasukin jari. Saya jadi malu sendiri mau mengatakannya,” ujarnya.

Sementara itu, Arist Merdeka Sirait meminta pada sejumlah siswa yang menjadi korban oknum guru itu untuk menunjukkan dimana kejadian tersebut dilakukan dan bagaimana cara oknum guru tersebut ‘mengerjai’ mereka.

“Pas pelajaran berlangsung, saya dipangku, tapi lama kelamaan tangan pak guru itu masuk ke dalam rok dan jarinya masuk ke tempat pipis saya dan gerak-gerak,” tutur salah satu korban, KS kepada Arist.

Mendengar cerita KS, Arist mendesak agar aparat kepolisian setempat untuk segera menahan pelaku.

“Seharusnya pelakunya sudah ditahan, sebab korban sudah lebih dari satu orang,” pungkasnya.(KR)

Berikan Komentar