BNN akan Dibekali 2.200 Pucuk Senpi

oleh -127 views

garudaonline – Jakarta | Badan Narkotika Nasional (BNN) membeli 2.200 senjata api, untuk memerangi kasus narkoba di seluruh wilayah Indonesia. Nantinya, senjata itu bakal digunakan petugas unit penindakan BNN di seluruh kabupaten dan kota.

Senjata api itu rencananya mulai digunakan pada Desember 2016 mendatang, untuk melengkapi upaya penindakan sekaligus pemberantasan peredaran narkoba oleh petugas BNN di lapangan.

“Yang jelas tahap pertama ada 1.800 pucuk pistol. Sedangkan laras panjang yang akan datang, sebanyak 400 unit ya,” kata Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso, kepada wartawan, saat berada di Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (24/11).

Tidak hanya pistol dan senjata laras panjang, menurut Budi Waseso, BNN juga bakal dilengkapi dengan jenis senjata lainnya, seperti senjata serbu.

“Kita juga akan datangkan senjata serbu dan senjata sniper untuk berikutnya. Nanti tergantung pembiayaan negara. Semua itu untuk kepentingan negara ya, bukan untuk kepentingan BNN,” ujarnya.

Waseso menerangkan, penggunaan senjata api di Desember 2016 mendatang, tidak lantas menjadikan BNN membentuk semacam pasukan khusus membasmi peredaran narkoba.

“Itu fleksibelnya. Penegakan hukum ada stratanya. Didukung sarana prasarana, termasuk senjata. Selama ini BNN belum dilengkapi senjata api, maka BNN melengkapinya dengan senjata api,” terang Waseso.

“Senjata itu untuk penegakan hukum itu merupakan tingkatan akhir, bilamana menghadapi ancaman dan perlawanan,” tambahnya.

Dijelaskannya, tidak semua petugas BNN dibakal senjata api. Hanya petugas penindakan di lapangan yang memenuhi persyaratan khusus.

“Kita dilengkapi senjata api digunakan anggota, khusus penindakan di lapangan. Bilamana diperlukan, maka itu digunakan oleh anggota. Yang menggunakan tidak semuanya, itu khusus unit penindakan di lapangan,” ungkapnya.

“Ya, digunakan semua petugas lapangan sampai ke BNK (BNN kabupaten dan kota). Tapi harus penuhi persyaratan, tes psikologi dan psikotest. Dia harus mahir menggunakan senjata api, dan dia bertanggungjawab,” jelasnya.

Dia menggarisbawahi, selama ini kekurangan BNN dalam upaya melakukan penindakan adalah tidak memiliki senjata sehingga dibantu oleh Polri.

“Jenisnya ada pistol, senjata serbu, ada senjata pendamping, senjata sniper. Timnya (untuk penindakan) sudah ada, kekurangan dulu adalah tidak ada senjatanya. Senjata kita dibantu oleh Polri. Sekarang BNN memiliki senjata sendiri,” demikian penjelasan dia.

Kedatangan Waseso ke Samarinda dalam rangka penganugerahan BNN Award 2016 Kalimantan Timur bertempat di Samarinda Convention Hall di Jalan KH Wahid Hasyin. Waseso sekaligus juga meresmikan klinik rehabilitasi pengguna narkoba milik yayasan swasta di Jalan Rapak Indah, Loa Bakung, juga di Samarinda.(md)

Berikan Komentar