BNN Rilis Tangkapan Sindikat Narkoba di Medan

oleh -276 views
Deputi Penindakan dan Pencegahan BNN Pusat, Irjen Pol Arman Depari (2 dari kiri) didampingi Kapolsek Sunggal Kompol Daniel Marunduri SIK memperlihatkan barang bukti narkoba yang disita dari tiga anggota sindikat narkoba asal Aceh.

garudaonline, Medan | Deputi Penindakan dan Pencegahan BNN Pusat, Irjen Pol Arman Depari, Rabu (19/10/2016) merilis hasil tangkapan tiga anggota sindikat narkoba di depan Kompleks The Imperium, Jalan TB Simatupang/Pinang Baris, Medan Sunggal, Selasa (18/10) malam.

Dalam keterangannya Arman mengakui saat proses penangkapan, seorang dari tiga tersangka tewas tertembak. Dia adalah, Jum (49) warga Aceh Tamiang. Sedangkan dua orang lagi tersangka yang diamankan, IRL (33) warga Medan, dan ABN (51) warga Aceh.

Dari penangkapan itu, sambung Arman, pihaknya menyita barang bukti pil ekstasi sebanyak 100 butir, pil happy five sebanyak 50 butir, dan sabu-sabu seberat 38 kilogram.

“Seluruh barang bukti narkoba itu rencananya akan diedarkan para tersangka di Medan, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, dan Pulau Jawa,” terang Arman.

Dikatakan, penangkapan ketiga tersangka ini merupakan hasil pengembangan penyelidikan yang dilakukan BNN pusat secara terus menerus.

“Sejak pukul 14.00 WIB, telah kita intai dari Aceh, dan sekitar pukul 19.00 WIB, saat hujan lebat, kita amankan pelaku di Medan. Saat penggeledahan tersangka Jum mencoba melawan, petugas menembak sebanyak dua kali, nyawanya tak tertolong,” kata Arman.

Selanjutnya, tambah Arman, pihaknya akan membawa dua tersangka IRL dan ABN berikut barang buktinya ke Jakarta, untuk ditangani penyidik BNN pusat.

Terhadap kedua tersangka dipersangkakan dengan Pasal 112, 114, dan 123 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancamannya hukuman mati, ditambah pasal pencucian uang,” jelas Arman.

Dikesempatan itu, Arman juga mengimbau masyarakat tidak resah dengan maraknya penangkapan pengedar narkoba. Tindakan itu dinilai sebagai bentuk perlindungan masyarakat.

“Kita juga mengimbau masyarakat agar memberi perhatian bersama pada penyalahgunaan narkoba yang marak di Kota Medan. Tanpa partisipasi masyarakat upaya yang dilakukan tidak akan maksimal,” imbaunya. (g/01)

Berikan Komentar