Bunuh Suami, Istri dan Selingkuhan Dituntut 38 Tahun Penjara

oleh -131 views

garudaonline – Tebingtinggi | Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Adi Atmaja dan Juita dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Serdang Bedagai (Sergai) akhirnya menuntut 2 orang terdakwa pembunuh Ramaidin Sitepu  selama 38 tahun penjara.

Terdakwa Rasima Tarigan selama 18 tahun, sedangkan Norman Sembiring selama 20 tahun penjara, Senin (5/12/2016) di Pengadilan Negeri (PN) Tebingtinggi.

Dalam dakwaan jaksa dan kesaksian seluruh saksi di persidangan mengatakan, kedua terdakwa didakwa telah melakukan pembunuhan kepada korban hari Rabu (3/2/2016) sekira pukul 09.00 WIB  di rumahnya, tepatnya sebuah kamar korban Ramaidin Sitepu di Dusun II Desa Kuala Bali, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Sergai.

Sebelum melakukanpembunuhan, kedua terdakwa ada perjanjian bisnis jual beli buah pinang dan terdakwa Rasima Tarigan  menyetujuinya.

Pada bulan Juli 2014, Norman dan Rasima  berjanjibertemu di Pancur Batu dengan maksud ke Kabupaten Dairi untuk membeli pinang. Ini setelah beberapa kali bertemu dengan tujuan berbisnis jual beli pinang.

Kemudian pada bulan September 2014, setelah pulang dari membeli pinang di Kabupaten Dairi,  saat itu Norman dan Rasima serta supir tiba di Medan sekira pukul 02.00 WIB. Karena masih dini hari dan tempat penjualan pinang tersebut belum dibuka , saksi memberi saran untuk beristirahat di Hotel Sehati  di Medan Tuntungan.

Saat berada di dalam hotel terjadi hubungan suami istri antara Norman dan Rasima  tanpa diketahui oleh korban Ramaidin Sitepu. Bahkan Rasima mengaku kepada Norman sering bertengkar dengan korban, lalu terpanggil untuk balas dendam, bahkan ingin membunuhnya.

Selanjutnya pada bulan Mei 2015 di Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, tempat  usaha Rasina br Tarigan jual beli buah pinang, mereka melakukan perencanaan pembunuhan terhadap korban.

Norman tiba di rumah korban dengan menggunakan sepeda motor Honda Blade warna hitam dan langsung menuju belakang rumah. Kedatangannya dilihat oleh saksi  Rusliyati alias Santi.

Saat itu Norman memakai topi warna  hitam, jaket rompi warna hitam dan celana panjang. Norman lalu memarkirkan sepeda motor miliknya di depan  pintu  belakang gudang  dan berdiri di depan pintu selama 15 menit.

Selanjutnya masuk ke dalam rumah dari pintu belakang yang telah terbuka menuju ruang tamu sambil melihat keberadaan korban  di setiap, Norman melihat korban sedang tertidur di kamar depan di mana kondisi pintu dalam keadaan terbuka. Terdakwa mencoba memastikan korban dalam keadaan tertidur dengan mengintip dari depan pintu secara pelan-pelan.(JS)

Berikan Komentar