Buron 8 Bulan, Eks Kacab BRI Agro Pekanbaru Nyambi Jual Mobil di Medan

oleh -229 views

garudaonline – Medan | Tim intelijen Kejati Sumut menangkap Syahroni, mantan Kepala Cabang (Kacab) Bank BRI Agro Pekanbaru di Perumahan Johor Indah Permai 2 Blok A, Medan Johor. Tersangka kasus kredit fiktif yang merugikan negara Rp 5,3 miliar ini diringkus setelah 8 bulan menjadi buronan.

“Tersangka ditangkap tadi malam di kediamannya di Medan. Tidak ada perlawanan, tersangka langsung dibawa ke Kejati Sumut,” kata Kasi Penkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, Kamis 2 Agustus 2018.

IMG-20180802-WA0006

Sumanggar menyebutkan selama pelarian, yang bersangkutan ternyata melakukan kegiatan jual beli mobil di kawasan Medan. Tim intelijen Kejati Sumut yang dipimpin Leo Simanjuntak yang telah mendapat informasi tentang keberadaannya, langsung meringkus Syahroni.

“Saat ini tersangka masih ditahan dalam sel tahan sementara Kejati Sumut. Dia akan diserahkan kepada pihak Kejari Pekanbaru yang akan menjemput hari ini,” ungkap Sumanggar.

Sumanggar menjelaskan dalam kasus ini, Syahroni yang menjabat sebagai Kepala Cabang Bank BRI Agro Pekanbaru, mengucurkan kredit kepada 18 debitur non performing loan (NPL) pada Tahun 2009. Kucuran kredit itu digunakan untuk dana modal kerja ini sebagai pembiayaan dan pemeliharaan Kebun Sawit di Desa Pauh, Kecamatan Bonai Darussalam, Rokan Hulu, Riau.

“Total plafon pembiayaan itu sebesar Rp 5,3 miliar. Akan tetapi pada 2015 muncul masalah. Ternyata lahan seluas 54 hektare yang diagunkan debitur tidak bisa dikuasai pihak bank. Selain itu, lahan tersebut juga masuk kawasan kehutanan sehingga status tanah tidak dapat ditingkatkan menjadi sertifikat hak milik (SHM),” urainya.

Sebelum masalah muncul, lanjut Sumanggar, Syahroni mengundurkan diri pada 2012, diduga untuk menghilangkan jejak. Syahroni lantas ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp5,3 miliar itu. Namun dia tidak pernah memenuhi panggilan penyidik.

“Kemudian Kejari Pekanbaru menetapkan Syahroni masuk dalam daftar buronan sejak Desember 2017. Pada kasus dugaan korupsi ini, sebelumnya ada tersangka lain, yakni Jauhari Y Hasibuan, mantan Pegawai PTPN V. Namun dia telah meninggal dunia,” bebernya. (Vladimia Voshkie)

Berikan Komentar