Cabuli Bocah 8 Tahun, Oppung Diadili

oleh -157 views

garudaonline – Simalungun | Sudah berusia lanjut dan dipanggil oppung, terdakwa Japinta Tambunan (70) warga Huta II nagori Margomulyo Kecamatan Gunung Malela didakwa “mengobok-obok” saksi korban Sinta (nama samaran yang saat itu berusia 8 tahun). Terdakwa terlihat yang sudah renta ini diadili di Pengadilan Negeri Simalungun, Rabu (2/11/2016).

Menurut dakwaan jaksa Doniel Ferdinan SH yang dibacakan dalam sidang tertutup untuk umum, perbuatan itu dilakukan terdakwa yang notabenenya adalah pensiunan karyawan BUMN pada Rabu, 22 Juni 2015 sekira pukul 16.30 wib di sebuah gubuk kosong di kampungnya.

Saat itu saksi korban sedang melintas di dekat terdakwa. Karena saksi korban tidak mau dipanggil, terdakwa pun secara paksa menarik tangan korban.

Korban saat itu bermaksud hendak menemui ayahnya yang sedang mencari rumput, karena sebelumnya korban dititipkan ayahnya di rumah Satinem. Karena korban memaksa akan menemui ayahnya, maka saksi Satinem pun mengijinkannya.

Tapi naas, saat melintasi gubuk kosong, terdakwa menariknya dan langsung membuka celana saksi korban sambil memegang dan mengobok-obok  bagian alat vital korban. Terdakwa secara paksa menciumi korban, hingga korban menangis. Karena takut, terdakwa melepaskan korban dan memberi uang Rp 2000 dan ditolak korban.

Korban teriak memanggil ayahnya dan menangis. Setelah bertemu ayahnya, saksi korban mengaku telah dipaksa oleh “opung yang kurus dan botak”, katanya sambil menunjuk terdakwa. Seketika itu, terdakwa pun diamankan ke Polsek Bangun. Perbuatan terdakwa dipersalahkan melanggar pasal 76E jo pasal 82 (1) UU RI No.35/2014 tentang perubahan atas UU No.23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Terdakwa dalam persidangan didampingi pengacara Antoni Sumihar Purba,tidak mengajukan eksepsi atas dakwaan jaksa. Untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi, majelis hakim Julius Panjaitan SHMH, Ramauli H Purba dan Douglas Napitupulu Sh menunda persidangan hingga Rabu (9/11/2016) mendatang.(HT)

Berikan Komentar