Cemburu, Suami Tega Bunuh Istri

oleh -967 views

garudaonline – Bekasi | Kasus pembunuhan kembali terjadi di wilayah hukum Polsek Tambun, Polres Metro Bekasi. Kali ini, seorang suami tega membunuh istrinya dengan sadis dan mengubur jenazahnya di halaman rumahnya, Selasa (1/11) petang.

Menurut Kapolsek Tambun, AKP Bobby Kusumawardhana, kasus pembunuhan ini terjadi di Jalan Delima I RT 01/RW 08, Desa Tridayasakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, sekitar pukul 16.00 WIB.

Diketahui korban bernama Najah (41) tewas dibunuh suaminya, Ferhat Ari Wibowo (39). Ferhat membunuh istrinya dengan cara memukul kepala Najah dengan martil hingga tewas di lokasi.

“Kasus ini terungkap oleh anak korban yang curiga melihat gundukan tanah di halaman rumahnya,” ujar Bobby Kusumawardhana, Selasa (1/11) malam.

Anak pasangan suami-istri tersebut, Dafa (16), saat itu sedang bermain dan melihat gundukan tanah di sekitar kandang ayam rumahnya.

Merasa curiga, ia menggali tanah tersebut dengan cangkul. “Setelah digali ditemukan sosok tubuh yang terbungkus kain di dalam tanah itu. Setelah dicek ternyata tubuh ibunya,” ungkapnya.

Kemudian Dafa berteriak histeris dan mengundang perhatian warga sekitar. Warga pun melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Tambun.

Ketua RT setempat lalu menelpon suaminya agar pulang ke rumah sambil menceritakan kejadiannya. Sesampainya di rumah, suami langsung diamankan polisi yang sudah menduga sebagai pelakunya.

“Dari keterangan sementara pelaku, motif pembunuhan itu karena kesal dan dicemburui oleh korban,” katanya.

Pelaku yang kesehariannya menjadi tukang ojek online ini, selalu dicurigai memiliki wanita simpanan oleh istrinya.

Ditambah lagi, pendapatan pelaku semakin berkurang, sehingga korban semakin curiga kalau pelaku memiliki wanita simpanan.

Kesal dengan celotehan istrinya, Ferhat spontan memukul kepala istrinya menggunakan palu yang ada di rumahnya.

“Korban tewas setelah dipukul berkali-kali menggunakan palu,” ucapnya.

Kemudian Ferhat mengubur istrinya di pekarangan rumahnya.

Sebelum ditemukan terkubur, kata dia, anaknya sempat bertanya keberadaan ibunya tapi oleh ayahnya dijawab bahwa ibunya sedang pulang kampung ke Garut, Jawa Barat.

Kapolsek menjelaskan, percekcokan suami-istri ini terjadi sejak Minggu (30/10) siang. Dan, kemarahan suaminya mencapai puncaknya pada Senin (31/10). Ia spontan memukul kepala istrinya dengan palu karena kesal selalu dimarahi dan dicemburui.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun.(Ber)

Berikan Komentar