Coba Cabuli Dua Bocah, Pria Bertato Ini Dihajar Massa

oleh -528 views
Kanit Reskrim Polsek Patumbak, AKP Fery Kusnadi (kanan) sesaat setelah mengamankan tersangka pelaku percobaan pencabulan dua bocah di bawah umur

garudaonline, Medan | Mawar (12) dan Melati (15), sebut saja begitu. Kakak beradik yang tinggal di Jalan Garu II, Medan ini ditelanjangi dan nyaris diperkosa mantan karyawan bapaknya sendiri, Ewin Sugiatni alias Ega (35) warga Jalan Garu VI, Medan.

Beruntung, ketika kakak beradik itu hendak dicabuli, ibu mereka memergoki tersangka dan berhasil mengurungnya di dalam kamar.

Kejadiaan itu terdengar sampai ke telinga warga hingga ditangkap dan dihakimi massa sampai babak belur.

Amuk massa itu terjadi, Minggu (24/10) sekira pukul 05.30 WIB, di kediaman korban Jalan Garu II Medan. Pagi itu, ibu korban, Ima, yang baru selesai menjalankan ibadah salat terkejut karena suara berisik dari kamar tidur Mawar dan Melati. Ima langsung mendatangi kamar kedua putrinya tersebut guna melakukan pengecekan.

Begitu membuka pintu kamar, Ima melihat Ega sudah berada di dalam dengan kondisi telanjang bulat dan melihat. Ima juga melihat satu dari tua putrinya juga telah telanjang bulat.

“Pertama saya pikir bapaknya. Tapi kok bapaknya, kok telanjang dan anaknya ko ditelanjanginya. Begitu saya lihat, rupanya si bajingan itu. Di situlah saya jambak rambutnya dan saya mengambil balok yang berada di depan pintu kamar dan memukul dia sampai tersungkur,” kata Ima saat ditemui di depan Posek Patumbak, Senin (24/10) siang.

Tak sampai di situ, Ima yang telah berhasil melumpuhkan Ega lantas membawa putrinya keluar kamar dan mengurung Ega di dalamnya.  Selanjutnya, Ima lari ke luar rumah dan berteriak minta tolong hingga mengundang perhatian warga.

Tanpa dikomandoi, warga langsung mendatangi tempat kejadiaan perkara (TKP). Ega kemudian diseret warga ke luar rumah dan menghakiminya beramai-ramai.

Beruntung, unit Reskrim Polsek Patumbak yang mendapat informasi tersebut langsung turun ke lokasi dan menyelamatkan Ega. Petugas kemudian memboyong Ega ke Polsek Patumbak. Sementara korban ditemani orang tuanya membuat laporan ke Polsek Patumbak.

“Syukur saat itu aku bangun untuk salat, kalau tidak aku tak tahu apa yang terjadi kepada anak-anaku,” kesal Ima.

Ima berharap kepada polisi agar Ega dihukum setimpal dengan perbuatannya. Ima meminta tersangka dihukum mati.

“Itulah bang, karena kalau tidak digitukan ini berbahaya. ini namanya sudah predator anak,” sebutnya.

Kanit Reskrim Polsek Patumbak, AKP Fery Kusnadi ketika dikonfirmasi membenarkan peritiwa tersebut.

“Tersangka kita amankan setelah mendapat informasi dari masyarakat. Kini, tersangka sudah kita masukan ke dalam sel tahanan,” pungkasnya menjelaskan, tersangka dijerat Pasal 293 KHPidana tentang dan Undang-undang Perlingdungan Anak dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (g/10)

Berikan Komentar