Curi Barang Penumpang Kereta Api, Dua Preman Dibekuk

oleh -223 views
Dua preman pencuri barang penumpang kereta api diamankan Polsek Medan Barat.

garudaonline – Medan | Dua orang preman yang kerap mangkal di seputaran Lapangan Merdeka Medan diringkus Polsek Medan Barat, Senin (26/12/2016). Mereka ditangkap karena memeras dan mencuri barang milik penumpang kereta api.

Informasi yang diperoleh, kedua pelaku antara lain Ramadhan Manalu (36) dan Kodama Siregar (27) warga Jalan Ahmad Yani 7, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat.

Dari kedua tersangka, polisi turut mengamankan barang bukti berupa 1 unit kamera digital, 1 ponsel genggam merek andromax, 1 ponsel blackberry, 1 carger hitam dan 1 botol parfum.

Kejadian berawal saat dua orang calon penumpang kereta api, Iqbal Fachreza (16) warga Jalan Singosari, Pematang Siantar dan Refandi Akbar (17) warga Jalan Rakoeta Sembiring, Pematang Siantar sedang menunggu kereta api.

Kedua remaja ini memilih menunggu di Taman Lapangan Merdeka Medan hingga pukul 03.00 WIB, Senin (26/12). Namun tiba-tiba Refandi yang saat itu sedang tertidur dibanguni oleh kedua pelaku. Mereka juga meminta isi tas kedua korban.

Kedua korban sempat melawan. Namun kedua pelaku memaksa dan merampas tas milik kedua korban. Setelah menguras seluruh isi tas kedua korban, dua pelaku ini pergi begitu saja.

Bahkan kedua pelaku sempat mengatakan bahwa mereka penjaga di Lapangan Merdeka. Meski korban sempat mengejar kedua pelaku, namun mereka kehilangan jejak. Korban lantas melaporkan kasus itu ke Polsek Medan Barat.

“Dari laporan korban kita langsung lakukan penyelidikan. Kedua pelaku adalah preman yang kerap mangkal di Lapangan Merdeka. Kini kedua pelaku sudah kita amankan berikut barang bukti,” kata Kapolsek Medan Barat, Kompol Victor Ziliwu.

Dia melanjutkan masing-masing pelaku ditangkap di lokasi berbeda. Untuk pelaku Kodam diringkus saat tengah duduk di bangku taman Lapangan Merdeka Medan. Sedangkan Ramadhan alias Madan diringkus di Jalan Perniagaan tak jauh dari Lapangan Merdeka.

“Kedua pelaku dijerat Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman 5 tahun kurungan penjara,” tutup Ziliwu.

(fidel)

Berikan Komentar