Di Tengah Persidangan Ramadhan Pohan, Hakim Diinterupsi Pengunjung

oleh -172 views

garudaonline – Medan | Ada yang unik dari persidangan kasus Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Ramadhan Pohan dalam kasus dugaan penipuan sebesar Rp15,3 Miliar. Salah seorang pendemo nekat menginterupsi hakim di tengah jalannya persidangan.

Kejadian berawal saat majelis hakim yang diketuai Djaniko MH Girsang membacakan amar putusan sela di ruang Cakra 1 Pengadilan Negeri Medan, Selasa (24/1/2017). Namun tiba-tiba pria bernama Tongam salah seorang pendemo yang awalnya duduk di bangku pengunjung barisan depan berdiri.

“Interupsi, Pak Hakim interupsi. Kenapa dia tidak ditahan? Dia kan terdakwa. Kenapa tidak ditahan dia? ucap Tongam yang memakai kemeja hitam itu.

Sontak tindakan Tongam menarik perhatian pengunjung. Majelis hakim, jaksa dan penasehant hukum terdakwa terpana melihat aksi nekat lelaki itu. Satpam langsung bergerak meminta Tongam keluar. Namun Tongam tak jadi diusir dari ruang sidang.

“Tak perlu kau komentari persidangan, tak boleh itu,” kata salah seorang satpam yang mencoba membawa Tongam keluar.

Namun majelis hakim kembali meminta pengunjung terutama Tongam agar menjaga sikap.

“Sudah, kalau bisa menjaga sikap, tidak perlu dikeluarkan,” kata Djaniko Girsang kepada tim pengaman.

Bahkan, saat persidangan belum digelar, pria itu juga membagi-bagikan kertas berisi tuntutan mereka kepada para pengunjung. Kemudian, Tongam maju ke depan kembali membagikan kertas itu ke jaksa, pengacara, dan terdakwa. Lalu dia memberikannya kepada ketiga hakim yang duduk dan akan memulai persidangan.

“Kamu tidak boleh masuk ke area ini. Apa kepentinganmu? Kamu siapa? Tanya salah seorang penasehat hukum terdakwa.

Namun Tongam hanya tersenyum dan duduk di bangku pengunjung. Hakim langsung memanggil satpam agar membawa keluar pihak-pihak yang mengganggu jalannya persidangan.

“Kami minta agar siapapun menghormati jalannya persidangan ini. Jadi pihak-pihak yang menghalangi, kami perintahkan untuk keluar,” kata hakim Djaniko MH Girsang yang langsung membacakan putusan sela.

Dalam kasus ini, Ramadhan Pohan mantan calon Wali Kota Medan didakwa melakukan penipuan total sebesar Rp 15,3 miliar dana milik Rotua Hotnida Simanjuntak dan putranya, Laurenz Hanry Hamonangan Sianipar.

Ramadhan tidak diadili sendirian. Sekretaris Tim Pemenangannya saat Pilkada Kota Medan 2015, Savita Linda Hora Panjaitan, juga diadili dalam perkara yang sama. Namun dia diadili dalam persidangan terpisah.

(fidel)

Berikan Komentar