Diadili, Penipu Rp2,3 M Tak Ditahan Hakim

oleh -218 views

garudaonline – Medan | Meski sudah menjalani sidang, Henry M Nainggolan (49) belum juga ditahan. Pasalnya, warga Jalan Sei Bahbolon, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru itu menjadi terdakwa dalam kasus dugaan penipuan sebesar Rp2,3 miliar.

Dalam sidang yang digelar di Ruang Cakra V Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (5/10) itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Juliana Tarihoran menghadirkan saksi korban, Petro Pancasan Sembiring.

Dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Parlindungan Sinaga, Petro menjelaskan penipuan yang dialaminya terjadi pada tahun 2014. Saat itu, ia dikenalkan dengan terdakwa Henry oleh seorang teman.

Terdakwa merupakan pemilik CV Gading Mas Manunggal yang mendapat proyek pemasangan lampu Run way di Bandara FL Tobing, Pandan, Tapteng (Tapanuli Tengah).‬

Kemudian, antara korban dan terdakwa mencapai sepakat bekerjasama untuk menyelesaikan proyek itu.

“Saya berperan sebagai pemodal siap mengucurkan dana, dengan ketentuan agar keuntungan dibagi dua,” kata korban.

Kerjasama keduanya dilakukan dalam bentuk perjanjian dan disepakati bahwa rekening Bank Sumut cabang Panyabungan adalah rekening yang sah untuk menerima dana pembayaran proyek itu dari pihak bandara.‬

‪Seiring berjalannya waktu, pengerjaan proyek selesai. Korban meminta dana proyek sebesar Rp 2,3 miliar (dipotong pajak) dari pihak bandara. Sayangnya, dana itu sudah dibayar, namun bukan ke rekening Bank Sumut, melainkan ke rekening Bank Mandiri atas nama CV Gading Mas Manunggal.

“Ternyata dia (terdakwa) sudah menerima uang tersebut, namun menggunakan rekening Bank Mandiri dan tetap atas nama CV Gading Mas Manunggal,” lanjut Petro.‬

Korban juga mengaku hingga kini belum menerima sepeser pun dari hasil proyek itu. Bahkan modal sebesar Rp 1,3 miliar yang sudah ia keluarkan juga belum diterimanya.

“Sampai sekarang saya belum terima uang itu. Jangankan keuntungan, modal sajapun belum,” ucap korban.‬

Sementara dalam persidangan, terdakwa membantah dana modal sebesar Rp 1,3 miliar yang dikatakan korban. Namun, terdakwa tidak membantah jika dana proyek itu telah ia terima melalui rekening Bank Mandiri.

“Uangnya sudah habis untuk pengerjaan proyek itu, pak,” bantah terdakwa.‬ (Endang)

Berikan Komentar