Dibalbal Suami yang Pecandu, Ajeng Lapor Polisi

oleh -395 views

garudaonline – Medan | Punya suami yang kecanduan sabu tak pernah menyenangkan. Seperti yang dialami oleh wanita muda bernama Ajeng Ayu Handayani. Wanita berusia 22 tahun itu kerap dibalbal oleh suaminya, Andika Sanjaya alias Dika (23).

Tak heran Ajeng mendapat penyiksaan, banyak penelitian mengatakan bahwa salah satu efek dari sabu bisa membuat seseorang memiliki emosi yang labil. Dan itu berlaku pula pada suaminya.

Penyiksaan demi penyiksaan dialami Ajeng lantaran ia tidak pernah suka suami tercintanya itu mengonsumsi sabu.

Namun apa daya, suaminya itu mengancam Ajeng akan melakukan penyiksaan yang lebih kejam jika saja Ajeng berani melaporkan bahwa rumahnya kerap dijadikan tempat pesta sabu Dika bersama kawan-kawannya.

Tapi itu setahun yang lalu. Ajeng yang dulu penakut ini kini berubah jadi berani. Itu lantaran dirinya sudah tidak tahan lagi mendapat penyiksaan dari Andika hingga membuat dirinya nyaris cacat dengan kondisi retak tulang kaki, dada nyeri serta wajah dan sekujur tubuh lembam.

Walhasil, Ajeng melaporkan perbuatan suaminya itu ke Polsekta Medan Area bersama orangtuanya, pada Kamis (17/11) malam.

“Saya melaporkan kasus KDRT yang dilakukan suamiku,” ujar Ajeng di Polksekta Medan Area.

Kepada petugas Ajeng menceritakan awalnya pernikah mereka berjalan baik. Dua bulan berselang kelakukan Andika mulai kelihatan. Hanya karena masalah sepele, Ajeng disiksa.

“Dia langsung main pukul saat ditanya kenapa enggak jemput ke tempat kerjaan saya, Pak,” ucap Ajeng.

Ajeng menjelaskan dirinya tak berani cerita kepada siapapun karena diancam Andika. Kelakuan suaminya semakin menggila-gila.

Andika malah tak sungkan membawa temannya masuk kedalam  rumah untuk berpesta sabu. Bahkan Ajeng sempat dicekoki dengan air sisa pemakaian sabu saat ditanya mengapa ia tidak menjemput dari rumah orangtuanya yang berada di Jati 3.

“Aku sudah lelah disiksa sama suamiku, Pak. Saat ini suamiku berada di Jalan Jati 2. Saya minta kepada polisi untuk segera menangkapnya. Aku sudah enggak tahan lagi,” tutur Ajeng.

Petugas yang mendengar cerita itu sempat mengelus dada. Selanjutya petugas menyarankan agar Ajeng segera membuat visum terlebih dahulu, baru kemudian membuat laporan pengaduan.

Kapolsekta Medan Area Kompol M Arifin megatakan jika laporan korban sudah bisa diproses, segera mungkin ia akan meringkus pelakunya. “Kalau laporan korban sudah bisa kita proses, segera mungkin pelakunya akan kita ringkus,” tandas Arifin.(KR/one)

Berikan Komentar