Dicabuli Ayah Tiri, Gadis 11 Tahun Dipaksa ‘Ngeseks’ di Mobil saat Antar-Jemput Sekolah

oleh -304 views

garudaonline – Pekanbaru | Gadis berinisial Da yang masih berusia 11 tahun ini selama hampir dua tahun dipaksa meladeni nafsu bejat ayah tirinya berinisial Ed (39). Pelaku sendiri akhirnya ditangkap jajaran Polresta Pekanbaru, Provinsi Riau, Selasa (15/11/2016) petang kemarin.

Ketua Bidang Pemenuhan Hak Anak dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Riau, Nanda menceritakan, Ed diketahui menyetubuhi anaknya di dalam mobil. Bahkan ketika berada di atas sepeda motor, pelaku juga kerap meminta korban untuk menyentuh kemaluannya.

“Modusnya dengan menyetubuhi korban di dalam mobil saat pelaku menjemput anaknya. Kadang juga menyuruh korban memegang itu saat di atas motor. Korban ini dibujuk-bujuk pelaku,” beber Nanda , tadi malam.

Agar niatnya berjalan mulus, Ed terlebih dahulu membujuk orangtua korban (ibunya, red) dengan menawarkan diri buat jemput-antar Da sekolah. “Orangtua korban nggak curiga karena pelaku ayah tiri (korban, red). Ketahuannya saat korban mengeluh sakit pada alat vitalnya,” katanya.

Sementara kepada Da sendiri Ed berdalih kalau perbuatan serupa juga ia lakukan kepada anak kandungnya. Itu diutarakan pelaku untuk meyakinkan korban. “Pengakuannya begitu. Dugaan kita, anak kandungnya juga jadi korban, cuma nanti itu pengembangan kasusnya,” beber dia.

Dua tahun dipaksa melayani nafsu seksual, Ed pun akhirnya menceritakan ini kepada ibunya. “Itu sebulan hampir lima sampai enam kali pelaku menyetubuhi anaknya. Saat ini korban kita pulihkan psikisnya karena trauma,” pungkas Nanda.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto, Rabu (16/11/2016) pagi mengatakan, pihaknya sudah melengkapi dua alat bukti untuk menjerat Ed. Sejumlah saksi termasuk korban sendiri sudah dimintai keterangan, dengan diperkuat pula oleh hasil visum.

“Itu TKP (tempat kejadian perkara) pencabulan di dalam mobil, di sepanjang Jalan KH Nasution. Dilakukan saat mengantar dan menjemput korban dari sekolahnya. Perbuatan tersebut terjadi sebanyak 10 kali, sejak pertengahan tahun 2014 hingga Juli 2016,” ungkapnya. (gor)

Berikan Komentar