Diprapidkan DPO, Kejati Sumut Harap Irwan Pulungan Hadir

oleh -239 views

garudaonline, Medan | Sidang praperadilan (prapid) dengan pemohon, Irwan Pulungan dan termohon, Kejati Sumut akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Medan besok, Rabu (12/10). Pihak korps adhyaksa itu berharap agar pria yang masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), untuk hadir dalam persidangan.

Bahkan, Kejati Sumut menantang Kepala Divisi (Kadiv) Umum Bank Sumut tersebut untuk hadir. Prapid tersebut, diajukan Irwan Pulungan terkait penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan 294 unit mobil dinas operasional di Bank Sumut senilai Rp 18 miliar yang bersumber dari Rencana Anggaran Kerja (RAK) Tahun 2013.

“Pertanyaan kita status DPO (Daftar Pencarian Orang) bisa mengajukan prapid. Mungkin pengacara tahu posisi yang bersangkutan (Irwan Pulungan),” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut, Bobbi Sandri didampingi Kasubsi Humas, Yosgernold Tarigan, Selasa (11/10).

Pihak Kejati Sumut mengharapkan pada persidangan perdana prapid tersebut, Irwan Pulungan untuk hadir.

“Kita harapkan bersangkutan (Irwan Pulungan) untuk hadir dalam persidangan bersangkutan,” ungkap mantan Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Kejati Sumatera Selatan itu.

Bobbi juga mempertanyakan, soal tujuan prapid yang diajukan oleh tim kuasa hukum Irwan Pulungan. Sementara penetapan ‎tersangka sudah ditetapkan beberapa waktu lalu.

‎”Kenapa tidak waktu lalu?. Setelah penetapan tersangka mereka mengajukan prapid. Ini pertanyaan kita juga,” tanya Bobbi.

Dengan ini, terkesan tim kuasa Irwan Pulungan menyembunyikan dirinya dari buruan Kejati Sumut.

“Otomatis pengajuan prapid ini, sudah ada komunikasi antara tersangka dan pengacara,” ucapnya.

Namun, Kejati Sumut selaku termohon siap menghadapi prapid tersebut dengan mempersiapkan jaksa ‎dari Pidana Khusus (Pidsus).

“Kita siap menghadapi sidang prapid besok (Rabu). Sudah ditunjuk jaksa dari Pidsus untuk menghadapi sidang prapid tersebut,” jelasnya.

Selain Irwan Pulungan, dua tersangka lain dalam kasus sama yang juga masuk ke DPO yakni Zulkarnaen selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Haltatif selaku Direktur CV Surya Pratama. (Endang)

Berikan Komentar