Dipukul Besi, Pelaku Pencabulan Lapor Polisi

oleh -227 views

garudaonline – Medan | Usai babak belur dihajar, Ruli RS (38) yang sempat dituduh mencabuli bocah wanita, sebut saja namanya Bunga (9), membuat laporan ke polisi, Sabtu (8/10).

Ruli sendiri sempat diserahkan ke Polsekta Delitua oleh keluarga Bunga dengan kasus pencabulan, namun laporan keluarga Bunga ditolak dengan alasan persoalan tersebut akan ditangani petugas Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat
(Bhabinkamtibmas).

“Memang kucium anak itu, tapi mengapa aku dipukuli pakai besi dan dikejar ayahnya pakai klewang,” kata Ruli yang tinggal di
Pancur Siwah, Kelurahan Simpang Selayang, Medan Tuntungan saat buat laporan ke Polsekta Delitua.

Kata Ruli, penganiayaan yang dialaminya terjadi pada Kamis (5/10). Saat itu Ruli yang mengaku sebelumnya tinggal di Aceh ini, sedang memperbaiki lemari di rumahnya. Tiba-tiba Nelson Tarigan, ayah Bunga, datang membawa besi sepanjang 1 meter dan memukul punggung lelaki berjenggot itu.

“Kau apakan anakku ini? Kenapa kau ciumi dan kau pegangi kemaluannya?,” kata Ruli menirukan perkataan Nelson.
Tak lama kemudian, Nelson kembali lagi mendatangi kediaman Ruli. Kali Nelson memembawa sebilah parang. Merasa nyawa terancam, Ruli akhirnya kabur menyelamatkan diri.

“Ya, aku takut dibunuh. Makanya saya lari ke Aceh. Tadi pagi saya tiba di Medan dan langsung datang ke kantor polisi buat laporan,” ungkap Ruli.

Menurut Rahmat Hidayat (35) teman Ruli saat diwawancarai di Polsekta Delituan, Ruli memang mengakui ada mencium anak Nelson Tarigan.

“Hanya sekedar cium. Tapi dia kok dipukuli pakai besi gara-gara itu. Kita juga sudah minta maaf tapi keluarga Nelson enggak mau menerimanya,” tutur Rahmad.

Kanit Reskrim Polsekta Delitua Iptu Jonathan Hutagalung mengatakan sedang memproses laporan kasus tersebut. “Laporan kita terima dan saat ini sedang kita lakukan penyelidikan. Pelapor melapor karena dianiaya oleh terlapor. Terlapor  menuduh korban (Ruli) telah mencoba mencabuli anaknya. Laporannya masih kita lidik,” ujar Jonathan.(iwan)

Berikan Komentar