Dirampok di Perkebunan Karet Murni Disabet Golok

oleh -140 views

garudaonline – Simalungun | Murni (38) warga Emplasmen Perumahan PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate, Nagori Dolok Meranggir I, Kecamatan Dolok Batunanggar, menjadi korban perampokkan dan pengaaniayaan oleh orang tak dikenal. Peristiwa itu terjadi di Jalan Perkebunan Pasar I Blok M35, Rabu (21/12) sekira pukul 05.30 WIB.

Pagi itu, memang tak seperti biasa. Murni yang memiliki usaha kios kecil di rumah, berbelanja seorang diri ke Pasar Serbelawan. Biasanya, ia kerap diantar oleh Suhar (40) suaminya yang saat itu sedang sakit.

Namun apes, saat mengendarai sepedamotor di sebuah tikungan Jalan Pasar I Blok M35, tiba-tiba dirinya dihadang dua orang tak dikenal yang juga mengendarai Sepedamotor Yamaha RX King tanpa plat. Saat itu ia dihentikan paksa dan tidak bisa melanjutkan perjalanan. Kedua orang tak dikenal itu kemudian meminta dan membentak korban agar menyerahkan dompet dan perhiasannya. Murni sempat berusaha bertahan dan melawan. Namun upayanya tak dilanjutkan setelah seorang di antara pelaku mengeluarkan senjata tajam dan mengayunkannya hingga melukai tangan korban.

Karena ketakutan, Murni hanya bisa pasrah ketika dompetnya yang berisi uang tunai Rp2 juta dan sebuah cincin emas diambil kedua pelaku. Setelah berhasil menguasai semua harta benda korban, kedua pelaku itu langsung kabut meninggalkan korban yang berlumuran darah.

Sepeninggal pelaku, Murni berusaha menghubungi suaminya menggunakan handphone yang luput dari perampokan. Kemudian ia menceritakan apa yang dialami, disusul kedatangan Suhar dan anaknya. Lalu mereka bersama-sama ke rumah sakit.

Ditemui di RS Bridgestone, Murni yang didampingi suaminya tampak terbaring di tempat tidur. Saat diajak bicara dan disinggung tentang ciri-ciri pelaku, Murni mengatakan bahwa saat itu suasananya masih gelap di tengah perkebunan karet. Sehingga ia tidak jelas mengenali ciri-ciri pelaku. Apalagi kejadiannya begitu cepat. “Karena takut dan sakit, aku kurang memerhatikan mereka. Yang kulihat hanya pelaku melarikan diri mengendarai kreta RX King,” katanya.

Sementara Suhar menambahkan, biasanya memang ialah yang selalu belanja ke pasar setiap hari. “Tapi karena aku baru siap operasi usus buntu, istriku yang belanja. Aku tahu istriku kena rampok setelah diteleponnya. Lalu kami bawa ke rumah sakit. Luka di tangan kirinya itu melebar dan mendapat 25 jahitan,” jelasnya.

Kapolsek Serbalawan AKP Ilham Harahap melalui Kanit Reskrim Ipda Iwan Hermawan yang sedang melakukan olah TKP di lokasi kejadian menerangkan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kejadian. “Kita juga masih menunggu laporan dari korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit,” jelas Kanit. (Met)

Berikan Komentar