Ditanya Dugaan Korupsi PPDB, Ini Jawaban Dirreskrimsus Polda Sumut

oleh -304 views

garudaonline, Medan | Meski dugaan kecurangan dalam penyelengaraan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2016 dilaporkan orangtua calon murid ke Polda Sumut, namun penyidikan yang dilakukan Subdit III/Tipikor Reskrimsus masih jalan di tempat.

Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Toga Panjaitan yang ditanya wartawan soal kasus itu mengaku, belum mengetahuinya.

“Coba nanti kita cek ya. Belum, saya cek dulu ke anggota saya ya,” tandas Toga sambil berlalu, Senin (17/10).

Sementara Kasubdit III/Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sumut, AKBP Nicholas Lilipaly menyatakan, kasus itu masih dalam penyelidikan.

“Masih penyelidikan, masih pemeriksaan saksi-saksi, kepala sekolah,” tandasnya.

Sementara, Israel Situmeang yang juga sebagai pelapor tampak di Gedung Dit Reskrimsus Polda Sumut. Dia melaporkan ke Polda Sumut terkait adanya dugaan pengutipan uang dari para Kepala Sekolah (Kasek) SMP, SMA dan SMK di Medan.

Menurut dia, penyidik Dit Reskrimsus Polda Sumut telah mengambil rekaman CCTV yang ada di Hotel JW Marriot sekira sebulan lalu. Dia mendesak Dit Reskrimsus untuk dapat menangkap Kadisdik Kota Medan, Marasutan Siregar.

“Sudah ada yang diperiksa terkait ini, ada 8 orang, termasuk saya yang juga pelapor,” sebutnya.

Dari 8 saksi itu, urai Israel, 3 merupakan orangtua murid yang diperiksa. Selain itu, ada juga 4 Kasek yang sudah diperiksa.

“3 orangtua murid itu ada M Jaya Sinaga, Krisman Siahaan dan D Sagala. Sementara 4 Kepala Sekolah ada dari, SMP 13, SMP 16, SMAN 4 dan SMK 10 Medan,” bebernya.

Menurut Israel, penyidik Dit Reskrimsus Polda Sumut telah melakukan pemeriksaan terhadap Marasutan Siregar, tapi mengundang keanehan.

“Kadisdik hanya diperiksa cuma 10 menit. Pemeriksaan apa itu 10 menit,” tanya Israel.

Sebelumnya, Ketua Kesatuan Supir dan Pemilik Angkutan Umum (Kesper), Israel Situmeang menyebut, ada 70 Kasek SMP, SMA dan SMK yang dikumpulkan Marasutan di Hotel JW Marriot, 20 Juli 2016 lalu.

“Saya ada di JW Marriot waktu itu, tapi enggak masuk ke kamar 1822, tempat penyetoran uang. Kepala Sekolah itu bilang ama saya, bahwa mereka ada dikutip uang masing-masing Rp25 juta,” pungkas Israel. (g/10)

Berikan Komentar