Dituduh Curi HP, Supir Angkot Dilempari Batu

oleh -140 views

garudaonline – Medan | Imanuel Sihombing (24) warga Jalan Pratun, Desa Medan Estate, lagi apes. Baru tiba di warung kopi, malah dituduh mencuri handphone.

Sialnya lagi, kepalanya sampai bocor dilempari batu dan punggungnya memar dihantam kayu sama pemilik warung tempatnya mengopi di Jalan Willem Iskander, Pasar V Timur, Desa Medan Estate, Jumat (2/12) siang.

Didampingi ibunya Setiana (54), Imanuel dengan kepala diperban melaporkan Rahel Pasaribu (19) bersama ibunya yang telah menganiaya korban ke Polsek Percut Sei Tuan.

Dari penuturannya, kejadian itu bermula saat supir trayek 121 ini sedang main game di “warnet Titin” Jalan Pancing, persisnya depan Komplek MMTC.

Selepas itu, korban pergi naik angkot yang dibawanya ke warung kopi Mak Rahel. Di sana, korban melihat orang bermain ding-dong (jackpot). Lalu Imanuel beranjak dari warung kopi tersebut dan pergi ke sebelah warung tempat korban kerap mangkal. Tak lama, Jono, saudara Rahel datang menghampiri Imanuel.

Kepada korban, Jono menanyakan HP Mak Rahel yang hilang. Imanuel menjawab tidak tahu. Kemudian Jono memanggil adiknya bernama, Loren dan menanyakan kepada korban.

Namun, entah apa yang terjadi. Begitu dihadapkan kepada korban, tiba-tiba Mak Rahel datang menghampiri dan nyaris menebas kepala Imanuel. Beruntung warga cepat mencegahnya. Wanita itu kemudian menabok wajah dan memukuli kepala korban. Rahel pun datang membela ibunya sembari melempar korban pakai batu.

“Sampai bocor kepalaku dan punggungku memar dilempar si Rahel pakai batu. Mamaknya juga memukuli punggungku pakai kayu. Untung Bapak Udaku melihat kejadian itu saat melintas di lokasi. Aku langsung dibawanya pulang dan berobat ke Rumah Sakit Haji. Kepalaku dijahit dokter, tiga jahitan,” beber korban.

Setiana, ibu korban berharap agar kedua pelaku segera ditangkap sesuai perbuatannya. “Enak kali pelaku menuduh anakku mencuri. Padahal buktinya tidak ada, apalagi saksi yang melihat juga nggak ada. Aku tidak terima atas kejadian ini. Pelaku itu harus dipenjarakan,” kesalnya. (sor)

Berikan Komentar