Dituntut 10 Tahun, Sanusi juga Diganjar Denda dan Cabut Hak Politik

oleh -274 views

garudaonline – Jakarta | Mantan Politisi Partai Gerindra yang juga mantan DPRD DKI Jakarta M Sanusi dituntut 10 tahun penjara. Adik dari Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik itu juga diharuskan membayar denda Rp500 juta.

Sanusi juga dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan hak politik. “Menjatuhkan pidana tambahan pencabutan hak dipilih dan jabatan publik selama 5 tahun setelah terdakwa menjalani pidana pokoknya,” kata jaksa pada KPK Ronald Worontikan saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (13/12).

Dalam pertimbangannya, jaksa juga menuntut pencabutan hak politik karena perbuatan Sanusi dianggap telah mencederai kepercayaan publik yang diberikan kepadanya. “Pada saat bersamaan memicu ketidakpercayaan lembaga DPRD DKI Jakarta,” ujar jaksa.

Sanusi sebagaimana dirilis poskota sebelumnya didakwa telah menerima suap Rp2 miliar dari mantan Bos Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja, Maret 2016 lalu. Uang itu disebut terkait pembahasan Raperda Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta (RTRKSP) Jakarta di Balegda DPRD DKI.

Sanusi juga dijerat pasal pencucian uang setelah diduga mendapatkan dana Rp45,28 miliar dari rekanan Dinas Tata Air DKI Jakarta. Akibat perbuatannya, Sanusi melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 KUHPidana dan Pasal 3 UU 8 tahun 2010 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Jo Pasal 64 KUHPidana.(malaon)
Rumah Mewah di Medan Polonia Terbakar
garudaonline – Medan | Usai libur panjang, warga Jalan Pekong I, Lingkungan VII, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia digemparkan dengan peristiwa kebakaran yang menghanguskan satu unit rumah mewah, Selasa, (13/12/2016).

Informasi dihumpun terbakarnya satu unit rumah mewah milik, Nelly Kusumo diduga akibat hubungan arus pendek listrik. Beruntung pada saat terbakar rumah dalam keadaan kosong tanpa ada satupun penghuni yang menempati rumah tersebut.

Kepala Lingkungan VII Kelurahan Polonia, Tarsidi mengatakan rumah itu dalam keadaan kosong dan rumah terbakar diduga akibat hubungan arus pendek listrik.

“Rumah milik Nelly Kusumo itu terbakar diduga akibat hubungan arus pendek listrik. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran itu karena rumah pada saat terbakar dalam keadaan kosong,” kata Tarsidi.

Warga yang mengetahui kebakaran, sambungnya, langsung menghubungi pemadam kebakaran. Tak lama berselang, sedikitnya lima unit mobil Dinas Kebakaran Pemko Medan berhasil memadamkan apinsetelah hampir 25 menit berjibaku.

“Setelah 25 menit berjibaku dengan sijago merah, akhirnya petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api,” terangnya.

Terpisah, Kapolsek Medan Baru yang dikonfirmasi mengaku tengah melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran tersebut. Namun ia menduga api berasal dari hubungan arus pendek listrik.
“Api sudah dapat dipadamkan. Pemilik dan beberapa saksi tengah kita mintai keterangan, berikut membawa barang buktu sisa kayu bekas yang terbakar juga kita bawa ke kantor,” tandasnya. Pantauan di lokasi, kendati tidak ada menelan korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapainratusan juta rupiah.(TM)

Berikan Komentar