Diupah Rp 10 Juta, Warga Aceh Terancam Dihukum Seumur Hidup

oleh -274 views

garudaonline – Kuala Namu | Petugas Avsec Bandara Kuala Namu mengamankan Heri Saputra (26) warga Bireun, Aceh pada Selasa (13/12/2016) malam. Penumpang Lion Air nomor penerbangan JT 978 tujuan Surabaya ini diamankan di Security Chek Point (SCP) I terminal keberangkatan lantai III Bandara Kuala Namu karena menyembunyikan sabu di dalam pakaian di tas ransel warna hitam miliknya seberat 1.021 gram.

Manajer Humas Bandara Kuala Namu Wisnu Budi Setianto membenarkan diamankannya Heri Saputra. “Heri Saputra mengaku hanya sebagai kurir dan baru pertama kali dengan upah Rp 10 juta. Heri Saputra mengaku, dirinya mendapatkan sabu dari Yudi di Medan. Untuk pemeriksaan lebih lanjut dan mempertanggungjawabkan perbuatannya Heri Saputra diserahkan ke Polres Deliserdang,” tegas Wisnu, Rabu (13/12/2016).

Informasi dihimpun, Heri Saputra awalnya menjalani pemeriksaan di SCP I. Saat ransel hitam miliknya diperiksa dengan alat X Ray, di layar monitor terlihat benda mencurigakan. Berdasarkan kecurigaan tersebut, petugas pun melakukan pemeriksaan secara manual terhadap ransel hitam milik Heri Saputra. Hasilnya petugas menemukan 10 paket dikemas dalam plastik transparan yang disembunyikan didalam pakaian berisi sabu dengan berat total 1.021 gram.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, Heri Saputra pun diamankan ke Security Building Bandara Kuala Namu beserta barang bukti sabu. Heri Saputra mengaku hanya sebagai kurir dengan upah Rp 10 juta. Sabu tersebut diterima Heri Saputra dari seorang pria yang dikenalnya bernama Yudi warga Medan.

Akibat kenekatannya, dapat dipastikan, Heri Saputra terancam kehilangan kebebasan masa mudanya, lantaran bakal mendekam di penjara sampai tua. Bahkan, bukan tak mungkin, dia bisa dihukum mati.(BS)

Berikan Komentar