Dokter Jihar Digerebek Usai Melakukan Aborsi

oleh -181 views

garudaonline, Medan | Dr Jihar Sehat Sinaga alias Jihar selaku pemilik Klinik Budi Mulia, Jalan Binjai Km 13 Desa Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang ditangkap saat usai melakukan praktek aborsi, pada 9 Mei 2016 lalu.‬

Hal itu terungkap pada kesaksian dua anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) dihadapan Ketua Majelis Hakim Sabarulina Ginting SH dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kadlan Sinaga SH, di ruang Cakra II Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (24/10/2016).‬

“Posisi korban saat ditemui di ruang praktek masih di tempat bersalin dengan posisi mengangkang. Didalam ditemukan gumpalan darah. Selain dr Jihar Sehat Sinaga, juga dihadirkan dr Ericson Sinaga dan Ria Ayu Diah Lestari selaku bidan Klinik Budi Mulia. Keduanya saat itu sedang melakukan operasi diklinik tersebut,” ujar saksi kepada majelis hakim.‬

Dr Jihar Sinaga sejak tahun 2007 bertugas di Klinik Budi Mulia yang didirikan abangnya dr Ericson Sinaga. Selain sebagai dokter jaga juga melayani pasien berobat jalan/umum.‬

Menurut saksi, pada tanggal 8 Mei 2016 sekitar jam 11.00 WIB, saksi korban Lisda Hariani Harahap yang mengaku bernama Mariani br. Siregar mendatangi Klinik Budi Mulia di jalan Medan-Binjai Km 13,5 Desa Sei Semayang Kecamatan Sunggal Kabupaten Deliserdang.

Sesampainya di klinik tersebut saksi korban bertemu dengan Ria Ayu Diah Lestari selaku bidan yang sedang tugas jaga.‬ Saat itu saksi korban bertanya kepada Ria Ayu Diah Lestari.

“Ada Obat untuk menggugurkan?” tanya saksi korban. Ria Ayu Diah Lestari, mengatakan tidak ada. “Gak ada, tapi tunggu dokter dulu,” jawabnya.‬

Lantas, Ria Ayu Diah Lestari menelepon terdakwa dr Jihar Sinaga dengan mengatakan, ada pasien hamil datang hendak digugurkan. Saat itu terdakwa menjawab, agar untuk datang pukul 14.00 WIB.

“Suruh datang jam dua dan minta dulu persekotnya,” ujar terdakwa. Usai menelepon terdakwa, Ria Ayu Diah Lestari mengatakan kepada saksi korban apa mau dikorek.‬

Ketiga terdakwa yang dengan sengaja melakukan aborsi tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (2) Undang-Undang No : 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.‬

Usai mendengarkan keterangan saksi, Majelis Hakim menunda persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi korban. (Endang)

Berikan Komentar