Dua Anggota Sindikat Pencuri Mobil Diringkus Poldasu

oleh -295 views

garudaonline, Medan | Dua anggota sindikat pencuri mobil yang diduga berperan sebagai penadah berhasil ditangkap personel Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut.

Kedua tersangka Hotmatua Pulungan (41) warga Jalan Selamat Ujung, Kelurahan Sitirejo, Kecamatan Medan Amplas dan Muhammad Arief (30) warga Jalan Tanjung Gusta Kompleks Bali Indah, Kecamatan Medan Helvetia ditangkap di kawasan Jalan Pertempuran, Kelurahan Pulobrayan Kota, Kecamatan Medan Barat, Kamis (17/11).

“Dari penangkapan itu disita barang bukti 13 Unit mobil,” kata Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) III/Jahtanras Polda Sumut, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Faisal F Napitupulu.

Dijelaskan, penangkapan kedua tersangka hasil penyelidikan laporan polisi korbannya, Yani di Polsek Medan Barat 11 Oktober 2016 lalu.

“Setelah menerima laporan korban, kita langsung lakukan penyelidikan. Melalui proses penyelidikan panjang, kita lakukan penggeledahan di lokasi,” terang Faisal.

Menurut dia, di lokasi penggerebekan ditemukan sedikitnya 13 unit mobil
berbagai jenis tanpa dokumen kepemilikan. Kuat dugaan mobil-mobil tersebut merupakan hasil kejahatan yang ditampung (beli) tersangka. Selanjutnya, mobil tersebut diamankan di Mapolda Sumut.

“Kita tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah. Karena hingga saat ini proses penyelidikan masih berlangsung. Sedangkan mobil yang diamankan itu untuk sementara kita sita sebagai barang bukti sembari menunggu kedatangan para pemiliknya,” ujarnya.

Faisal menjelaskan, dalam kasus ini tersangka Muhammad Arief menawarkan satu unit mobil jenis Mazda warna putih dengan nomor polisi BK 125 YN kepada tersangka Hotmatua Pulungan dengan status kredit di PT ACC.

Meski statusnya kredit, namun harga yang ditawarkan Muhammad kepada Hotmatua sangat murah, karena tidak memiliki dokuken kepemilikan.

“Tersangka Hotmatua tergiur dengan tawaran tersangka Muhammad Arief meskipun mobil itu tidak ada dokumen atau bukti kepemilikan. Akhirnya kedua tersangka ini melakukan kesepakatan dan bertemu di salah satu lokasi (restoran siap saji) di Jalan SM Raja untuk melakukan transaksi jual beli,” jelasnya.

Setelah itu, sambung Faisal, kedua tersangka kemudian menuju lokasi (gudang) mobil yang dimaksud. Namun, keduanya tidak menyadari keberadaan polisi sehingga langsung diciduk.

“Kita kan sudah dapat informasi dari masyarakat. Lalu dilakukan pengintaian dan mengikuti langkah ataupun memantau gerakan kedua tersangka. Tepat di gudang itu, keduanya langsung disergap,” ucap Faisal.

Bersama barang bukti, masih kata Faisal, pihaknya kemudian memboyong kedua tersangka ke Polda Sumut untuk diperiksa lebih lanjut.

“Sekarang, kita masih menyelidiki, siapa penjual mobi-mobil itu kepada tersangka. Yang jelas, untuk sementara waktu mobil itu sudah kita sita untuk penyelidikan dan akan segera dilimpahkan ke Jaksa,” terangnya.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan, atas perbuatannya kedua tersangka dijerat pasal 340 KUHPidana tentang pembelian barang hasil curian dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

“Meskipun tersangka Hotmatua Pulungan membeli mobil itu bukan langsung dari pencurinya, tetapi tetap namanya penadah hasil curian. Sebab, dia tau harga mobil jika dibeli dari toko nilainya bisa tiga kali atau bahkan empat atau lima kali lebih mahal dari harga yang ditawarkan oleh Muhammad Arief,” sebutnya.

Karena itu, Rina meminta agar masyarakat tidak langsung mudah tergiur dengan tawaran barang yang harganya sangat murah. Sebab, harga murah tanpa dibarengi dengan dokumen kepemilikan bisa saja barang itu hasil curian atau selundupan.

“Mengapa barang itu dijual dengan harga sangat murah? Tentu ada yang tidak beres, misalnya bukti kepemilikan seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) atau Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) itu tidak dimiliki oleh penjual makanya harganya sangat murah,” ujarnya.

Sebab, sambung Rina, barang yang dibeli dengan surat kepemilikan resmi dan lengkap harganya relative lebih mahal dari harga dipasar gelap. (g/10)

Berikan Komentar