Dua Kali Mangkir, Istri Irman Gusman Penuhi Panggilan KPK

oleh -191 views

garudaonline – Jakarta | Liestyana Rizal Gusman, istri dari mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Irman Gusman memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (11/10). Liestyana yang telah dua kali mangkir bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap rekomendasi pendistribusian gula impor yang menjerat sang suami sebagai tersangka. Liestyana akan diperiksa untuk melengkapi berkas Dirut CV Semesta Berjaya, Xaveriandy Sutanto yang juga menjadi tersangka.

“Yang bersangkutan (Liestyana‎) akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka XS (Xaveriandy Sutanto),” kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi.

Saat tiba di Gedung KPK, Liestyana enggan menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan awak media. Liestyana memilih bergegas masuk ke lobi Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan. Liestyana diketahui dipanggil penyidik KPK untuk diperiksa pada Kamis (29/9) dan Rabu (5/10). Namun, Liestyana tak memenuhi dua panggilan tersebut tanpa alasan yang jelas atau mangkir.

Selain Liestyana, dalam mengusut kasus ini, penyidik juga bakal memeriksa Memi, istri Sutanto. Memi yang juga telah berstatus tersangka bakal diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas sang suami. Sementara, untuk melengkapi berkas Memi, penyidik KPK menjadwalkan memeriksa seorang anggota Polri, Djoko Suprianto.

“Djoko Suprianto dipanggil sebagai saksi untuk tersangka M (Memi),” jelas Priharsa.

Diberitakan, dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Sabtu (17/9) dini hari, Tim Satgas KPK mengamankan empat orang, yakni Ketua DPD Irman Gusman, Dirut CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto, dan istrinya Memi. Dari kamar Irman, tim penyidik menyita uang sebesar Rp 100 juta yang diduga diberikan Sutanto dan Memi terkait dengan rekomendasi pendistribusian gula impor dari Bulog untuk wilayah Sumatera Barat.

KPK menetapkan Irman sebagai tersangka penerima suap dan disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b dan atau Pasal 11 UU Tipikor. Sementara, Sutanto dan Memi ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap dan dijerat dengan Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.(BS)

Berikan Komentar