Dua Tersangka Pembunuh Tauke Botot asal Riau Ditembak

oleh -411 views
Direktur Direskrimum Polda Sumut Kombes Pol Nurfallah didampingi Kabid Humas Kombes Pol Rina Sari Ginting dan Kanit VC, Kompol Syafrizal merilis kasus pembunuhan tauke botot asal Pekanbaru, Riau.

garudaonline, Medan | Dua tersangka pembunuh tauke botot asal Pekanbaru, Riau, Hendrik alias Asiong (38) berhasil ditangkap personel Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut.

Dari penangkapan itu, polisi terpaksa menembak kaki kedua tersangka karena berusaha melakukan perlawanan saat akan ditangkap. Selain tersangka pelaku, polisi juga mengamankan penadah mobil korban. Sementara eksekutor pembunuh korban masih dalam pengejaran (DPO).

Direktur Ditreskrimum Polda Sumut Kombes Pol Nurfallah didampingi Kabid Humas Kombes Pol Rina Sari Ginting dan Kanit VC Kompol Syafrizal, Kamis (17/11) menjelaskan, korban berprofesi sebagai pengusaha botot atau penampung barang bekas di Jalan Siak/Leton II II, Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau.

Dia (korban) dihabisi dua pekerjanya (tersangka), Amsarudin Siregar alias Regar (45) warga Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau dan Usman Hakim Nasution alias Usman (50) warga Jalan Mahang Raya, Blok B1, RT 004/RW 007, Kelurahan Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Riau, pada Minggu, 16 Oktober 2016 lalu sekira pukul 02.30 WIB.

Setelah dibunuh, mayat korban dibuang begitu saja di bawah Jembatan Payah Kambing, Desa Ampolu, Kecamatan Sosa, Kabupaten Padanglawas (Palas), Provinsi Sumatera Utara.

“Dari penemuan mayat itu kita kemudian melakukan penyelidikan, dan pada 11 November 2016 sekira pukul 03.00 WIB, salah seorang tersangka, Amsarudin Siregar kita tangkap di rumahnya.

Dari keterangan tersangka, kemudian didapati tiga nama lainnya. Dua di antaranya, Usman dan Yodi Putra (penadah barang-barang milik korban) juga berhasil kita tangkap. Satu lagi, yang merupakan eksekutor Erwinsyah alias Erwin masih dalam pengejaran,” jelas Nurfallah.

Ditanya soal motivasi tersangka menghabisi korban, Nurfallah menyebut Amsarudin Siregar menaruh dendam karena sering dimarahi majikannya itu hingga dimaki-maki. “Korban juga sering menjelek-jelekan orangtua tersangka,” terang Nurfallah.

Dari situlah, pelaku kemudian berniat menghabisi korban. Untuk memuluskan aksinya, Amsarudin mengajak tersangka Usman, Yudi Putra dan Erwin untuk melakukan pembunuhan terhadap korban pada 8 Oktober 2016 lalu. Namun rencana itu gagal.

Selanjutnya, Amsarudin Cs kembali menyusun strategi hingga pada Sabtu, (15/10) pagi, tersangka dan korban berjanji bertemu di kedai kopi Toss, Jalan Riau, Pekanbaru.

Saat itu, para tersangka mengelabui korban dengan alasan ada barang-barang bekas di PT Permata Hijau Sawit (PHS). Namun dia tidak diperbolehkan masuk ke pabrik tersebut, padahal barang-barang bekas tersebut lumayan banyak.

Mendengar itu, korban pun tertarik. Saat itu pula, korban dan para tersangka berangkat ke pabrik yang dituju dengan mengendarai mobil L-300 milik korban. Di salah satu warung di Desa Meranti, Kecamatan Sosa, mobil yang mereka tumpangi berhenti untuk istirahat dan akan melanjutkan keesokan harinya.

Singkatkatnya, saat mau melanjutkan perjalanan, tersangka Usman berpura-pura mengatakan ban mobil sebelah kiri yang mereka tumpangi kempes. Usman meminta dongkrak kepada korban. Sementara tersangka lainnya, mencari alat untuk memukul korban.

Setelah mendapatkan alat itu, Erwin yang melihat korban tengah menunduk saat memperhatikan tersangka Usman memperbaiki mobil ban, langsung memukulkan alat yang di pegangnya itu ke bagian belakang kepala korban hingga langsung tersungkur dan tewas di tempat.

“Mereka sudah pernah merencanakan pembunuhan, tapi gagal dan yang terakhir ini baru berhasil,” sebut Nurfallah.

Melihat korbannya tak bernyawa, ketiga tersangka memasukkan mayat korban ke karung goni yang ada di mobil tersebut. Selanjutnya, mayat korban dibuang di bawah Jembatan Payah Kambing, Kecamatan Sosa.

Usai membuang jasad korban, ketiga tersangka melanjutkan perjalanan ke Sibuhuan, Palas, untuk menemui Yodi Putra. Kepada Yodi Putra mobil L300 milik korban dijual, pada tanggal 20 Oktober 2016.

Sementara Yodi Putra, ditangkap petugas 2 hari setelah Amsarudin Siregar ditangkap petugas, pada 13 Oktober 2016 di kediamannya di Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar).

Sedangkan tersangka Usman Hakim ditangkap petugas pada 14 November 2016 lalu, jam 14.30 wib, di Bandar Udara (Bandara) Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru.

Selain mengamankan para tersangka, petugas juga turut menyita sejumlah barang bukti, 3 unit HP, 1 batang aspak besi, 4 karung goni, baju kemeja lengan pendek warna abu-abu, baju kaos warna biru dan uang Rp900 ribu.

“Ketiga tersangka, selain melakukan tindak pidana di wilayah hukum (wilkum) Polsek Sosa, juga melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan tewasnya seseorang.

Tersangka dikenakan pasal berlapis, Pasal 340 subsidair 338 subsidair 365 ayat (4) Jo 55, 56 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup,” beber Nurfallah. (g/10)

Berikan Komentar