Dugaan Korupsi Pengadaan Mobil Bank Sumut, Panitia Tak Dilibatkan Dalam Proses Lelang

oleh -332 views

garudaonline, Medan | Panitia lelang tak dilibatkan dalam pengadaan 294 unit mobil dinas operasional di Bank Sumut senilai Rp 17 miliar yang bersumber dari Rencana Anggaran Kerja (RAK) Tahun 2013.

Hal itu terungkap dari keterangan Jimmy Rambe saat bersaksi untuk terdakwa mantan Direktur Operasional (Dirops) Bank Sumut, Muhammad Yahya yang kini menjabat sebagai Pimpinan Cabang (Pimcan) Bank Sumut Lubuk Pakam dan M Jefri Sitindaon selaku mantan Asisten III Divisi Umum Bank Sumut di Aula Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (27/10/2016).

“Saya anggota panitia. Tapi tak pernah dilibatkan dalam penyusunan HPS (Harga Perkiraan Sendiri). Saya tidak tahu siapa yang menyusun HPS, tanda tangan dan menyetujui HPS itu tidak ada. Saya juga tidak pernah lihat HPS-nya,” katanya dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Achmad Sayuti.

Saat ditanyakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Jimmy Rambe akhirnya membeberkan bahwa HPS tersebut dibuat oleh terdakwa Jefri Sitindaon.

“Informasi dari saudara Rizaldi (Sekretaris Pengadaan Lelang) yang membuat HPS itu Jefri. Dokumen HPS itu sama sekali saya tidak ada lihat. Saya lihat HPS-nya ketika Rizaldi memberikan dan menyuruh saya tanda tangan,” ujarnya.

Dari penuturan saksi lain, Rizaldi selaku Sekretaris Panitia Pengadaan mengatakan, bahwa pada proses pengadaan mobil dinas di Bank Sumut tidak dilakukan peninjauan HPS melainkan hanya berpegang data rencana anggaran biaya (RAB) dari divisi umum Bank Sumut tahun sebelumnya.

“Memang saya menyusun HPS tapi pertimbangan kami dengan harga-harga dari divisi umum dengan pembanding harga kontrak lama sekira April 2012 lalu,” sebut Rizaldi.

Selanjutnya, dengan HPS yang tidak dilakukan survey sesuai harga pasaran tersebut, terdakwa M Jefri Sitindaon berperan sebagai pembuat HPS dengan panduan dari divisi umum Bank Sumut.

Rizaldi menjelaskan, setelah berkas HPS seluruhnya diselesaikan M Jefri Sitindaon, dirinya dipanggil untuk membutuhkan tanda tangan sebelum diserahkan ke divisi umum untuk selanjutnya diberikan kepada direksi sebagai tanda persetujuan pengadaan mobil dinas tersebut.

“Setelah berkas seluruhnya selesai, saya dipanggil Jefri kemudian disuruh menandatangani HPS. Selanjutnya meminta persetujuan kepada direksi. Divisi umum juga meminta persetujuan kepada direksi dan disetujui pak Yahya dan Zenilhar. Tidak semua panitia, yang menyiapkan itu Jefri sendiri karena panitia lain sibuk dengan pekerjaan pokoknya,” paparnya.

Saat ditanyakan JPU Netty Silaen mengenai adanya kesepakatan untuk memenangkan CV Surya Pratama sebagai pemenang lelang, Rizaldi membantahnya. Menurut Rizaldi, sebelum diadakannya pengadaan ini CV Surya Pratama telah bekerja sama dengan Bank Sumut. Dengan data-data yang ada sebelumnya, CV Surya Pratama memiliki penawaran harga terendah dari rekanan lainnya saat itu.

“Karena dia memiliki harga terendah sesuai dari daftar harga dari divisi umum. Tidak ada pembicaraan untuk memenangkan CV Surya Pratama, saya tegaskan tidak ada,” tegasnya. Selain keduanya, JPU juga menghadirkan saksi lain yakni Asrizal dan Ismail selaku anggota panitia. (Endang)

Berikan Komentar