Dukung Penuh Saber Pungli, Rutan Siapkan Call Center

oleh -185 views

garudaonline, Medan | Rumah Tahanan (Rutan) Klas IA Tanjung Gusta Medan sangat mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini Menteri Hukum dan HAM untuk memerangi adanya pungutan liar (pungli). Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala (Ka) Rutan Klas IA Tanjung Gusta Medan, Budi Situngkir.‬

“Kita berupaya mendukung penuh kebijakan Pemerintah Pusat dalam hal ini Menteri Hukum dan HAM sebagaimana program yang sedang digiatkan saat ini menjadi moment untuk mengubah budaya memberikan tips atau amplop. Kita sangat mendukung program Saber Pungli,” katanya didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka KPR) Nimrot Sihotang, Rabu (26/10/2016).

Untuk mencegah adanya pungli itu, Budi menghimbau kepada keluarga maupun warga binaan untuk tidak memberikan bantuan apapun baik dalam bentuk uang maupun barang kepada petugas Rutan. Walaupun dalam pengurusan pelayanan pembebasan bersyarat (PB), cuti bersyarat (CB), kunjungan atau besukan.‬

“Ini himbauan bagi seluruh keluarga dan binaan kita, tidak ada dibenarkan memberikan apapun kepada petugas Rutan,” tegasnya.‬

Begitu juga sebaliknya, petugas Rutan tidak dibenarkan untuk menerima apapun yang dari keluarga maupun warga binaan.

“Saya juga telah intruksikan kepada seluruh pegawai agar jangan ada menerima barang apapun,” sebut Budi Situngkir.‬

Lanjut dia, selama ini opini masyarakat yang selalu menyebutkan kalau penempatan kamar hunian selalu dipungut biaya.

“Opini ini tidak benar. Kita akan menindak bila ada petugas yang melakukan pungutan penempatan kamr hunian,” terang dia.‬

Bila memang masyarakat ada yang menemukan atau menjumpai petugas Rutan melakukan pungutan liar, dapat menghubungi atau SMS (pesan singkat) ke nomor 08136273900.

“Apabila ada petugas kami yang melakukan pungli agar disms ke nomor pengaduan yang telah disediakan oleh Karutan Klas I Medan 08136273900. Kami langsung menindak,” sebutnya.‬

Selain itu, dia juga menghimbau agar keluarga binaan tidak memberikan uang yang berlebihan kepada keluarganya. Pasalnya, sebut Budi Situngkir, uang tersebut dapat menimbulkan prilaku negatif.

“Uang yang berlebihan itu akan bisa dijadikan kegiatan yang menyimpang,” tambah Karutan. (Endang)

Berikan Komentar