Enam Kali Mangkir, Hakim Belum Keluarkan Penetapan Penjemputan Paksa

oleh -137 views

garudaonline – Medan | Meski Wali Kota Sibolga, Syarfi Hutauruk tidak menghadiri sidang sebagai saksi sebanyak enam kali, majelis hakim belum mengeluarkan penetapan penjemputan paksa.

Sidang kasus dugaan korupsi pada pembangunan rusunawa di Kota Sibolga Tahun Anggaran (TA) 2012 senilai Rp 6,8 miliar itu sempat dibuka oleh majelis hakim yang diketuai Parlindungan Sinaga di Ruang Cakra VII Pengadilan Tipikor Medan, Selasa (13/12/2016).

“Majelis hakim tetap minta bu jaksa untuk menghadirkan saksi Syarfi pada sidang berikutnya,” tandas hakim Parlindungan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Netty Silaen mengatakan, Walikota Sibolga sudah dipanggil secara patut tapi tidak hadir karena ada tugas negara.

“Kita sudah panggil tapi di (Syarfi) tidak bisa hadir. Jadi kita nunggu hakim mengeluarkan penetapan paksa. Baru kita panggil paksa dia (Syarfii),” sebutnya.

Menurut Netty, pada panggilan kedua, Syarfi sempat hadir tapi majelis hakim tidak ada karena sedang menghadiri pesta pernikahan keluarga.

Syarfi Hutauruk dijadwalkan akan bersaksi untuk terdakwa Adely Lis alias Juli selaku Direktur PT Putra Ali Sentosa dan ‪Januar Efendy Siregar selaku mantan Plt Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PKAD) Pemko Sibolga.

(endang)

Berikan Komentar