Gatot Bantah Perintahkan Sekda Berikan Uang Kepada Anggota DPRD Sumut

oleh -208 views

garudaonline, Medan | Mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho membantah telah memerintahkan Sekda Provsu saat itu, Nurdin Lubis sekaligus Ketua Tim Anggaran Perangkat Daerah (TAPD) untuk memberikan uang kepada pimpinan serta anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019.

Dalam kesaksiannya, Nurdin Lubis menyebut bahwa permintaan uang dari pimpinan dewan untuk memuluskan LPJP, persetujuan P-APBD dan APBD, agar bisa ketok palu telah disetujui Gatot. Mendengar itu, Gatot meminta Nurdin untuk membuktikannya.

“Saksi bisa membuktikan perintah yang telah saya berikan,” tanya Gatot dalam sidang di Aula Lantai II Pengadilan Tipikor Medan, Senin (7/11/2016).

Mendapat pertanyaan itu, Nurdin tidak bisa menunjukan bukti tersebut. Nurdin Lubis mengaku dirinya beberapa kali dijumpai unsur pimpinan dewan untuk memuluskan LPJP dan sudah beberapa kali diberikan.

“Pemberian uang ini telah disetujui oleh pak Gatot Pujo Nugroho,” ucap Nurdin dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Didik Setyo Handono.

Nurdin juga menyebutkan, bahwa unsur pimpinan dewan dalam hal ini satu diantaranya yakni Kamaluddin mengajukan permohonan uang sebesar Rp 200 juta untuk seluruh anggota dewan untuk menyetujui APBD yang diambil lima persen dari uang belanja langsung sebesar Rp 1 triliun.

“Saya tidak bisa menjelaskan bagaimana cara pencairan uang. Tapi telah dikordinasikan kepada SKPD,” cetus Nurdin.

Sementara itu, Sekda Provsu, Hasban Ritonga yang saat itu menjabat sebagai Asisten IV, tidak mengetahui secara pasti uang ketok itu karena tidak pernah dilibatkan secara langsung.

Setelah itu, majelis hakim meminta sejumlah bukti salinan dan pemberian uang terhadap pimpinan serta anggota DPRD kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK. Usai mendengarkan kesaksian keduanya, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda masih mendengarkan kesaksian. (Endang)

Berikan Komentar