Gelapkan Sepeda Motor untuk Biaya Merantau

oleh -310 views
Personel Polwan Polsek Patumbak menginterogasi tersangka penggelapan sepeda motor teman, Sabtu (17/12/2016).

garudaonline – Medan | Syaiful Ramadhan (18) warga Jalan Sumber Amal, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, Sumatera Utara berdalih, tega menggelapkan sepeda motor temannya karena butuh uang untuk keperluan merantau ke Pekanbaru, Riau.

Setelah tujuh bulan di perantauan, dia akhirnya pulang ke rumahnya karena mengira perbuatannya yang telah dilaporkan ke pihak kepolisian sudah ‘dingin’.

Tapi, perkiraan remaja tamatan Sekolah Dasar (SD) tersebut meleset. Dia langsung ditangkap petugas Polsek Patumbak setelah mengetahui kepulangannya, Sabtu (17/12).

“Dipikirnya (tersangka), kasus penggelapan sepeda motor yang dilakukannya sudah selesai setelah tujuh bulan merantau ke Riau,” ujar Kanit Reskrim Polsek Patumbak, AKP Fery Kusnadi kepada wartawan, Minggu (18/12).

Pada Minggu (15/3) lalu, tersangka mendatangi korban Sigit (18), di kediamannya Jalan Karya Pasar IV, Desa Mariendal I, Kecamatan Patumbak, Deliserdang. Kepada teman sepermainannya itu, tersangka meminjam sepeda Honda Beat merah nomor polisi BK 3232 YAL, milik korban dengan alasan untuk keperluan sesaat.

Namun, sejak saat itu tersangka tidak menampakkan batang hidungnya. Sepeda motor yang digelapkannya itu langsung dijual kepada penadah warga Tanjung Morawa, Deliserdang seharga Rp1,8 juta.

“Uang hasil penjualan sepeda motor itu ku gunakan untuk ongkos merantau dan keperluan sehari-hari,” aku tersangka.

Bungsu dua bersaudara tersebut mengaku, merantau dan bekerja sebagai buruh di sebuah perusahaan kelapa sawit (PKS) di Pekanbaru, Riau. Namun, setelah tujuh bulan dan tak membawa hasil memuaskan, tersangka balik ke rumahnya.

Dia langsung ditangkap petugas kepolisian setelah mendapat informasi kepulangannya atas dasar laporan korban pada Senin, 16 Mei 2016 silam, dengan Nomor : STPL/247/lll/2016/Polresta Medan/Sek.

“Sekarang penadah sepeda motor yang sudah kita ketahui identitasnya D, sedang kita kejar dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO),” kata Fery.

(g/10)

Berikan Komentar