Gubsu: Dua Kepsek Setor Dana BOS ke Kadisdikbud Taput

oleh -253 views
Gubsu, Tengku Erry Nuradi didampingi Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel memberikan keterangan terkait penangkapan Kadisdikbub Taput oleh Tim Saber Pungli KPK, Mabes Polri dan Polda Sumut, di Mapolrestabes Medan, Kamis (21/12/2016).

garudaonline – Medan | Penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tapanuli Utara (Disdikbud Taput), Sumut, diduga sudah mentradisi.

Pasalnya dua oknum kepala sekolah (Kepsek) ditangkap usai menyetor dana BOS itu ke Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tapanuli Utara (Taput), Sumut, Jamel Panjaitan (JP).

“Dana itu berasal dari dana BOS yang telah disetor ke rekening kepala sekolah. Setelah dicairkan dana dari bank, lantas uang itu diserahkan ke JP. Dugaan sementara dana sebagai setoran dari kepsek ke kadis,” kata Gubernur Sumut (Gubsu), Tengku Erry Nuradi didampingi Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel di Mapolrestabes Medan, Kamis (21/12/2016).

Tim Saber Pungli Mabes Polri dan Polda Sumut menangkap tangan JP di rumahnya Jalan DI Panjaitan Nomor 82 Tarutung, Sumut bersama dua orang Kepala SMAN 1 Sipahutar berinisial BS dan Kepala SMAN 1 Pangaribuan berinisial JS pada Rabu (21/12/2016) pagi. Petugas turut mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 235 juta, USD 100, dan 200 Yuan.

Ketiganya dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b, Pasal 11 dan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 3 Pasal 4 dan Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan PemberantasanTindak Pidana Pencucian Uang.

Sementara itu, juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan dalam OTT itu, petugas KPK dan Polri mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp235 juta, USD 100 dan 200 Yuan. Informasi yang diperoleh, petugas juga mengamankan dua kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) di Sipahutar dan Pangaribuan.

Selain rumah JP di Ruko CV Nova, Jalan Sisingamangaraja, Kota Tarutung, petugas juga dikabarkan menggeledah Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Taput, Jalan Raja Johannes, Tarutung.

Febri belum merinci pelanggaran yang dilakukan Jamel. Dia menyatakan penanganan lebih lanjut dilakukan kepolisian dari Polda Sumut.

“KPK siap membantu sesama penegak hukum dalam melakukan pemberantasan korupsi. Konfirmasi proses penanganan lebih lanjut silahkan ke Polri ya,” ungkapnya.

(fidel/endang)

Berikan Komentar